Headline News

header-int

Pessel Perkuat Pengendalian PMK dan Rabies, Dinas Pertanian Lakukan Koordinasi ke ProvinsiPessel Perkuat Pengendalian PMK dan Rabies, Dinas Pertanian Lakukan Koordinasi ke Provinsi

Senin, 29 Juni 2026, 10:51:53 WIB - 14 | Kontributor : Yoni Syafrizal
Pessel Perkuat Pengendalian PMK dan Rabies, Dinas Pertanian Lakukan Koordinasi ke ProvinsiPessel Perkuat Pengendalian PMK dan Rabies, Dinas Pertanian Lakukan Koordinasi ke Provinsi

PESISIR SELATAN - Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melalui Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) melakukan koordinasi dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat. 

 

Koordinasi yang dilakukan Kamis (25/6) lalu itu, terkait dengan pengendalian Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) dan zoonosis seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta rabies.

 

Kepala Bidang (Kabid) Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Pesisir Selatan, Sri Rita Setiawati, saat dihubungi Senin (29/6) menjelaskan bahwa koordinasi tersebut dilakukan untuk memperkuat langkah pengendalian penyakit hewan yang berpotensi mengganggu kesehatan ternak dan masyarakat. 


Ia menyebutkan bahwa Pesisir Selatan masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah pusat maupun provinsi.

 

"Kami terus berupaya meningkatkan pengendalian PHMS, khususnya PMK dan rabies. Namun, dukungan vaksin dan logistik masih sangat dibutuhkan agar upaya ini berjalan optimal," ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari sinkronisasi program antara pemerintah kabupaten dan provinsi dalam menghadapi potensi penyebaran penyakit hewan menular.

 

Sri Rita menambahkan bahwa Pesisir Selatan memiliki sejumlah daerah dengan risiko tinggi penularan penyakit, sehingga diperlukan langkah antisipatif melalui vaksinasi yang terencana dan berkelanjutan.

 

Ia berharap dukungan vaksin dan sarana pendukung dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh petugas di lapangan, khususnya di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

 

"Harapan kami, seluruh logistik yang tersedia dapat digunakan secara efektif untuk menekan angka penyebaran PMK dan rabies di daerah," ungkapnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, tim Keswan Pesisir Selatan yang dipimpin Sri Rita turut didampingi pejabat fungsional medik veteriner, drh Indosrizal, serta staf penelaah kebijakan teknis, Buddi Septiadi.

 

Tim diterima oleh pejabat fungsional medik veteriner madya Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat, drh Afri Musweri, bersama staf Fadilah Agustin.

 

Afri Musweri menyambut baik koordinasi tersebut dan menyatakan bahwa pemerintah provinsi siap mendukung upaya pengendalian penyakit hewan di Pesisir Selatan.

 

Ia mengungkapkan bahwa saat ini tersedia vaksin PMK yang bersumber dari anggaran Kementerian Pertanian, dengan alokasi tahap II untuk Pesisir Selatan sebanyak 1.150 dosis.

 

Selain itu, pemerintah provinsi juga menyalurkan vaksin rabies sebanyak 1.000 dosis yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat.

 

Afri menjelaskan bahwa vaksin PMK yang digunakan bermerek Apthovet dalam kemasan 50 mL atau setara 25 dosis, sedangkan vaksin rabies bermerek Caprivax RBS dalam kemasan 10 mL atau 10 dosis.

 

Ia menambahkan bahwa vaksinasi juga didukung dengan peralatan berupa alat suntik (syringe) ukuran 3 mL dan jarum suntik (needle) ukuran 18 G untuk mendukung kelancaran pelaksanaan di lapangan.

 

Menurutnya, kelengkapan logistik tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan vaksinasi di wilayah berisiko tinggi.

 

"Semoga logistik ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh petugas Puskeswan dalam menekan risiko penyebaran PHMS dan zoonosis," katanya.

 

Sementara itu, drh Indosrizal menyebutkan bahwa dukungan vaksin dan logistik sangat penting dalam menunjang kinerja petugas kesehatan hewan di lapangan.

 

Ia menilai bahwa koordinasi lintas pemerintah menjadi kunci dalam mempercepat penanganan penyakit hewan menular.

 

Kegiatan koordinasi tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergi pengendalian penyakit hewan di Kabupaten Pesisir Selatan.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube