Headline News

header-int

Dinkes Pessel Minimalisir Kesakitan Melalui Pelatihan Higiene Sanitasi Pangan

Rabu, 17 Jul 2019, 09:53:51 WIB - 30 | Verifikator : Tim Verifikator
Dinkes Pessel Minimalisir Kesakitan Melalui Pelatihan Higiene Sanitasi Pangan

Pesisir Selatan--Berbagai jenis makanan yang dijual oleh masyarakat, bahkan juga rumah makan perlu dikontrol tingkat kesehatanya. Sebab penyakit yang diakibatkan oleh makanan, masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kesakitan di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Satria Wibawa dengan didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas), Dony Tayes Rabu mengatakan bahwa di daerah itu, jumlah Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) terdata sebanyak 1.811.

Dari jumlah itu, sebanyak 61 merupakan jasa boga, 203 rumah makan, 67 sepot air minum, dan 1180 makanan jajanan.

"Agar makanan yang dijual oleh pemilik jasa TPM itu benar-benar sehat dan tidak beresiko terhadap penyebab kesakitan dan kematian, maka tingkat kesehatan TPM tersebut perlu dilakukan kontrol. Ini perlu dilakukan, sebab TPM yang memenuhi syarat hingga saat ini di Pessel, baru sebanyak 1.027, atau sebesar 56 persen saja," katanya.

Disampaikanya bahwa untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pelaku jasa TPM terhadap arti penting makanan sehat, sehingga pihaknya telah melakukan pelatihan Higiene Sanitasi Pangan (HSP).  

"Saya berharap melalui pelatihan itu, berbagai makanan yang dijual oleh masyarakat di daerah ini benar-benar terkontrol kesehatanya, terutama sekali bagi pelaku usaha rumah makan," ungkapnya.

Harapan itu disampaikanya, sebab makanan merupakan jalur utama penyebaran patogen dan toksin yang diproduksi oleh oleh mikroba patogen.

Makanan juga dapat menimbulkan masalah serius jika mengandung racun akibat cemaran kimia, bahan berbahaya maupun racun alami yang menagndung dalam makanan, yang sebagian diantaranya menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) keracunan makanan.

"Karena beberapa hal itu, sehingga para pelaku jasa penjual makanan harus memahami enam prinsip hygiene sanitasi makanan, pariwisata halal, dan sertifikat halal," jelasnya.

Sedangkan Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Keliling (Kesling) dan Olahraga, Dinas Kesehatan Pessel, Syofianeri ketika dihubungi menjelaskan bahwa pihaknya memang telah melakukan pelatian terhadap 60 orang TPM di daerah itu pada minggu ke dua bulan Juli.   

"Mereka yang mengikuti pelatihan itu terdiri dari 40 orang pelaku TPM, dan 20 orang sanitarian Puskesmas se Pessel. Melalui pelatihan itu, sehingga dilapangan nanti mereka bisa saling bekerjasama dalam melakukan pengawasan dan kontrol terhadap pelaku-pelaku usaha TPM pada semua kecamatan yang ada," ungkapnya.

Bahkab lebih dari itu, dimana hal-hal yang dikhawatirkan seperti menularkan berbagai macam penyakit melalui makanan terhadap pembeli, dapat dihindari.

"Termasuk menghindari keracunan makanan, sebagai mana tujuan pemerintah dalam upaya untuk melindungi konsumen," timpalnya. (05)

 

Kontributor : - Author Resmi Pemerintah Kab. Pesisir Selatan

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan [removed][removed]
© 2019 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube