Headline News

header-int

Dinsos Pessel Emirda Siswanti: KSB Wadah Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat

Rabu, 05 Desember 2018, 02:12:58 WIB - 329 | Kontributor : Okis Mardiansyah
Dinsos Pessel Emirda Siswanti: KSB Wadah Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat

Pesisir Selatan - Sebagai upaya pemerintah daerah mendorong kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, melalui Dinas Sosial, bakal mendirikan Kampung Siaga Bencana (KSB), di Kecamatan Lengayang.

Kepala Dinas Sosial Pessel, Emirda Siswanti, menyebutkan, tinggal di daerah rawan bencana bukan berarti masyarakat hidup dalam kecemasan. Namun, bagaimana masyarakat bisa meningkatkan kewaspadaan dan meminimalisir ketika bencana itu terjadi.

"Dalam artian kita semua harus waspada, bukan bearti harus menunggu bencana datang, baru semua bergerak. Sebab, Pessel merupakan daerah rawan bencana," ucapnya di Painan. Selasa, (4/12).

Ia mengatakan, KSB merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang dijadikan sebagai tempat untuk program antisipasi bencana. Hal itu bertujuan, untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat tentang bahaya dan resiko bencana yang terjadi. 

"Saat ini, sudah ada tiga KSB yang berdiri di Pessel, yakni di Kecamatan Bayang Utara (Bayu), Batangkapas, dan Ranah Ampek Hulu (Rahul) Tapan. Dan 2019 ini, rencananya akan kami dirikan di Kecamatan Lengayang, disana nanti ada pelatihan warga untuk penyelamatan mandiri. Kemudian ada juga lumbung sosial yang di dalamnya terdapat beras dan sejumlah sembako, serta peralatan penyelematan diri. Proposalnya tengah kita siapkan untuk ditembuskan ke Provinsi Sumbar," katanya.

Emirda menambahkan, ada beberapa poin penting yang mesti diperhatikan sekaitan dengan Kampung Siaga Bencana (KSB), yakni masyarakat harus memiliki mental yang tangguh. Sebab, terkait bencana harus mengandalkan kegigihan mental yang tangguh. Kekompakan dan solidaritas harus menjadi ciri khas warga KSB, sebab antisipasi bencana tidak akan pernah bisa dihadapi secara perorangan atau personal.

"Jadi, kekompakan mesti menjadi poin penting semua komponen masyarakat mulai dari anak anak, remaja, dewasa, sampai lanjut usia harus siaga bahu membahu," tuturnya. 

Ia mengatakan, Kabupaten Pesisir Selatan, merupakan daerah langganan banjir setiap tahunnya, selain itu longsor, pohon tumbang, dan jalan terban tak luput dari musibah di daerah itu. Sehingga warga harus mencermati apa sebenarnya yang menjadi penyebabnya.

"Warga KSB harus memiliki kepekaan yang tinggi terhadap bencana, terutama kemampuan mendeteksi gejala yang ditimbulkan oleh alam. Hutan dan lereng bukit tidak boleh gundul, pohon-pohon jangan ditebang, jangan membuang sampah disembarangan tempat, apalagi di sungai, dan reboisasi mesti terus digalakkan," katanya.

Lebih lanjut diharapkan, warga Pesisir Selatan, hendaknya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang bisa meminimalisir dampak bencana yang ditimbulkan oleh alam. Selain itu, lanjut Emirda, masyarakat pada Kampung Siaga Bencana (KSB), mesti bersungguh sungguh melakukan latihan kesiagaannya.

"Selain kesiapan warga, peran aktif pemerintah nagari, kecamatan, juga sangat penting. Sebab, kita dari pemda juga ada Taruna Siaga Bencana (Tagana), Bupati Hendrajoni sebagai pembinannya," ucapnya. (15)

Foto, Kepala Dinas Sosial Pessel, Emirda Siswanti (tengah), saat membagikan sembako pasca banjir yang melanda Kecamatan Lengayang. (Okis Mardiansyah) 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube