Headline News

header-int

Dispusip Pessel Dorong Pantun Minang Tetap Hidup di Tengah Generasi Digital

Minggu, 20 September 2026, 12:55:33 WIB - 117 | Kontributor : Riko Candra
Dispusip Pessel Dorong Pantun Minang Tetap Hidup di Tengah Generasi Digital

PESISIR SELATAN — Upaya menjaga pantun Minang agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Salah satunya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang menyerahkan buku 1001 Pantun Minang kepada Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Langkisau FM 91.2 FM, Rabu (16/9/2026).


Buku tersebut bukan sekadar kumpulan pantun. Di dalamnya terangkum karya bersama aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan yang dihimpun dan disusun oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan sebagai bagian dari upaya mendokumentasikan kekayaan sastra lisan Minangkabau.


Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesisir Selatan, Adril Yesmen, S.Pd., M.Pd., menyerahkan langsung buku tersebut kepada Syafrizal, S.H. Penyerahan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan sinergi antara lembaga perpustakaan dan media penyiaran dalam mengembangkan gerakan literasi di daerah.


Langkah tersebut menjadi menarik karena pantun tidak hanya ditempatkan sebagai warisan budaya yang tersimpan dalam buku, tetapi juga didorong untuk kembali hadir di tengah masyarakat melalui media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Radio, dalam hal ini, menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan pantun Minang kepada pendengar secara lebih luas. Materi yang terdapat dalam buku 1001 Pantun Minang dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam berbagai program dan kegiatan pantun yang disiarkan Langkisau FM.


Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berharap keberadaan buku tersebut dapat memperkaya konten siaran sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk kembali mengenal sastra Minangkabau.


Lebih jauh, dokumentasi pantun melalui buku juga memiliki arti penting bagi upaya menjaga warisan budaya daerah. Pantun yang selama ini berkembang secara lisan dapat dihimpun dan dikenalkan kembali kepada generasi muda dalam bentuk bahan bacaan yang lebih mudah diakses.


Melalui kolaborasi dengan LPPL Langkisau FM, pantun Minang diharapkan tidak berhenti sebagai koleksi di perpustakaan. Karya tersebut dapat terus diperkenalkan, dibacakan, digunakan dalam kegiatan masyarakat, serta menjadi bagian dari konten edukasi dan budaya.


Bagi Pesisir Selatan, upaya ini sekaligus memperkuat identitas budaya Minangkabau yang hidup di tengah masyarakat. Pelestarian budaya tidak hanya dilakukan dengan menjaga peninggalan masa lalu, tetapi juga dengan menghadirkannya dalam ruang komunikasi masyarakat masa kini.


Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesisir Selatan pun terus mendorong agar bahan bacaan dan dokumentasi budaya daerah memiliki manfaat yang lebih luas. Buku 1001 Pantun Minang menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana karya literasi dapat dipadukan dengan media penyiaran untuk memperluas jangkauan pesan budaya.


Dengan demikian, pantun tidak sekadar menjadi bagian dari tradisi, tetapi tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan digunakan dalam kehidupan masyarakat. Kehadirannya melalui siaran radio diharapkan ikut menumbuhkan minat generasi muda untuk membaca, mengenal, dan melestarikan kekayaan budaya Minangkabau.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube