PESISIR SELATAN — SMAN 1 Lunang menggelar penyuluhan kesehatan tentang pencegahan dan penanganan HIV/AIDS pada Senin (1/12), bertepatan dengan peringatan Hari AIDS Sedunia. Kegiatan ini menghadirkan dua petugas kesehatan, yaitu Fatmawati, Amd.Keb selaku Penanggung Jawab Program HIV, dan Pina Juniza, SKM sebagai Penanggung Jawab Promosi Kesehatan. Edukasi diberikan kepada seluruh siswa sebagai langkah meningkatkan pemahaman remaja terhadap bahaya HIV/AIDS.
Dalam penyampaiannya, petugas kesehatan menjelaskan perbedaan antara HIV dan AIDS. HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sementara AIDS adalah kondisi ketika daya tahan tubuh sudah menurun drastis akibat infeksi HIV yang tidak tertangani. Siswa juga diberi pemahaman bahwa penderita HIV tidak otomatis masuk tahap AIDS, sebab pengobatan dapat memperlambat perkembangan penyakit.
Petugas memaparkan media penularan HIV, yakni melalui darah, cairan vagina, sperma, dan ASI. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual tanpa kondom, penggunaan jarum suntik bersama, transfusi darah tanpa screening, serta penularan dari ibu ke anak. Penjelasan ini diberikan untuk mematahkan kesalahpahaman yang sering terjadi di masyarakat.
Selain itu, siswa diberikan pemahaman mengenai aktivitas yang tidak menularkan HIV. Berjabat tangan, berpelukan, berbagi alat makan, menggunakan toilet yang sama, hingga gigitan serangga tidak dapat menularkan virus tersebut. Informasi ini penting untuk mengurangi stigma negatif terhadap Orang Dengan HIV (ODHIV).
Dalam materi pencegahan, petugas memperkenalkan akronim ABCDE: Abstinence, Be Faithful, Condom, Drugs, dan Equipment. Melalui prinsip ini, siswa diharapkan memahami bahwa pencegahan HIV dapat dimulai dari perilaku hidup sehat, menjaga kesetiaan, penggunaan kondom bila berisiko, menghindari narkoba suntik, serta memastikan alat kesehatan steril.
Sesi dilanjutkan dengan penjelasan tentang terapi Antiretroviral (ARV), obat yang harus dikonsumsi seumur hidup oleh ODHIV. ARV berfungsi menekan jumlah virus hingga tidak terdeteksi. Dengan pengobatan rutin, penderita HIV tetap dapat hidup sehat dan produktif seperti masyarakat pada umumnya.
Penyuluhan berlangsung interaktif, dengan siswa aktif bertanya mengenai mitos-mitos seputar HIV/AIDS. Petugas memberikan penjelasan secara terbuka agar siswa tidak ragu memahami informasi yang benar.
Pihak sekolah mengapresiasi kegiatan edukasi ini karena dinilai sangat penting bagi remaja yang berada pada fase rawan misinformasi. Dengan pengetahuan yang tepat, siswa dapat membangun perilaku pencegahan sejak dini.
Sebagai pesan penutup, petugas mengingatkan para siswa untuk menjauhi virusnya, bukan orangnya. Sikap tanpa stigma diharapkan tumbuh agar masyarakat dapat saling mendukung dalam upaya pencegahan HIV/AIDS.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.