PESISIR SELATAN — Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Pesisir Selatan, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr., memaparkan strategi komprehensif penanganan stunting berbasis keluarga dan gerakan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Pesisir Selatan.
Pandangan serta pemikiran strategis tersebut disampaikan Lisda saat bertindak sebagai narasumber utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2026 yang digelar di Aula Bapperida Pesisir Selatan, Selasa (03/11/2026).
Rakor yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Pesisir Selatan Dr. H. Risnaldi Ibrahim, S.Ag., M.M., M.H.,ini mengusung tema "Kekuatan Sinergi Perangkat Daerah, Stakeholder, dan Orang Tua Asuh dalam Penuntasan Stunting".
Dalam paparannya di hadapan jajaran pimpinan Perangkat Daerah, pimpinan BUMN/BUMD, lembaga sosial,serta para stakeholder, Lisda Hendrajoni menekankan bahwa perjuangan melawan stunting bukan sekadar pemenuhan target angka statistik, melainkan investasi jangka panjang untuk menyelamatkan masa depan generasi penerus daerah.
Lisda menilai, persoalan stunting harus diselesaikan dari hulu hingga hilir dengan menyentuh langsung akar permasalahan di dalam keluarga, mulai dari pola pengasuhan, pemenuhan gizi seimbang, hingga sanitasi lingkungan.
"Upaya pencegahan dan penuntasan stunting tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Kita harus menggerakkan seluruh potensi yang ada, baik itu jajaran pemerintahan, swasta, hingga peran aktif para orang tua asuh yang peduli terhadap anak-anak berisiko stunting di nagari-nagari," ujar Lisda Hendrajoni.
Sebagai tokoh kunci penggerak kader perempuan di Pesisir Selatan, Lisda menegaskan komitmen penuh jajaran TP-PKK dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga nagari untuk mengawal pelaksanaan Gerakan GENTING secara konsisten di lapangan.
Ia menjelaskan bahwa TP-PKK memiliki jejaring terdepan hingga ke kelompok Dasawisma yang berhadapan langsung dengan kondisi riil masyarakat setiap harinya.
"Kunci utama dari keberhasilan Gerakan Orang Tua Asuh ini terletak pada ketepatan edukasi dan pendampingan di lapangan. Kita ingin memastikan bantuan yang diberikan oleh para orang tua asuh benar-benar dikonsumsi dan berdampak positif bagi perbaikan gizi anak. TP-PKK siap mengawal program GENTING ini dari tingkat kabupaten hingga ke kelompok Dasawisma di nagari-nagari," tegas Lisda.
Menurut Lisda, keterlibatan para orang tua asuh—yang terdiri dari jajaran pejabat daerah, BUMN, BUMD,pelaku usaha, maupun masyarakat mampu—merupakan wujud kepedulian sosial yang sangat mulia untuk memastikan tidak ada lagi anak di Pessel yang kekurangan gizi.
Ia juga mendorong agar penyaluran bantuan gizi dari para orang tua asuh diimbangi dengan pendampingan pola asuh (parenting) yang benar kepada para ibu, sehingga gizi yang diberikan dapat terserap dengan maksimal bagi tumbuh kembang anak.
"Ibu adalah benteng utama keluarga. Jika ibunya teredukasi dengan baik mengenai pentingnya ASI eksklusif, MP-ASI bergizi, serta pola hidup bersih, maka risiko anak terpapar stunting dapat kita tekan secara signifikan,"tambah Lisda yang juga menjabat Anggota DPR RI Komisi VIII tersebut.
Lisda turut mengajak seluruh stakeholder untuk memperkuat sinergi dan komunikasi berjenjang agar pemetaan data anak berisiko stunting serta calon penerima bantuan orang tua asuh dapat disajikan secara akurat dan tepat sasaran.
Melalui kerja sama yang erat antara Pemkab Pessel, TP-PKK, para stakeholder, serta orang tua asuh, Lisda optimistis Pesisir Selatan mampu mempercepat pencapaian target Pessel Bebas Stunting.
Mengakhiri pemaparannya, Lisda mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus memelihara semangat gotong royong demi melahirkan anak-anak Pesisir Selatan yang sehat, cerdas, berdaya saing, dan berkualitas di masa depan.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.