PESISIR SELATAN — Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan terus memacu upaya percepatan eliminasi Tuberkulosis (TB) dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat hingga ke pelosok nagari. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) atau Tracking TB terintegrasi di Nagari Pancung Taba, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan.
Langkah penemuan kasus secara aktif dan dini ini menyasar kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko tinggi, seperti kontak erat pasien TB, warga dengan riwayat putus obat, penderita Diabetes Melitus (DM), masyarakat bergizi kurang, perokok aktif maupun pasif, hingga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Untuk memberikan manfaat pelayanan secara menyeluruh, kegiatan Tracking TB ini dikolaborasikan langsung dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta skrining kanker serviks menggunakan metode Human Papillomavirus (HPV) DNA. Integrasi pelayanan ini memungkinkan warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan yang komprehensif hanya dalam satu kali kunjungan.
Dalam pelaksanaannya di Nagari Pancung Taba, tim medis berhasil memfasilitasi sebanyak 100 warga untuk mengikuti skrining TB serta Cek Kesehatan Gratis. Di samping itu, sebanyak 20 orang wanita usia subur juga memanfaatkan layanan deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan sampel HPV DNA.
Di sela-sela kegiatan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pessel, Erna Juita, SKM.,MM, menegaskan pentingnya strategi deteksi dini untuk memutus rantai penularan TB di tengah masyarakat.
"Melalui kegiatan ACF dan tracking terintegrasi ini, kita ingin memastikan penemuan kasus TB dilakukan sedini mungkin sebelum penularannya meluas. Penyakit TB bisa disembuhkan secara tuntas asalkan terdeteksi cepat dan pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga selesai," ujar Erna Juita.
Ia juga menambahkan bahwa penggabungan layanan skrining TB dengan CKG dan HPV DNA merupakan inovasi pelayanan promotif-preventif agar masyarakat nagari dapat mengakses berbagai layanan kesehatan penting secara sekaligus.
Keberhasilan aksi jemput bola ini merupakan buah dari sinergi dan kolaborasi lintas tim, yang melibatkan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, dokter Puskesmas, Tim Tracking TB Puskesmas, petugas program penanganan kanker, serta keaktifan para kader Nagari Siaga TB.
Peran kader Nagari Siaga TB menjadi kunci krusial dalam memetakan kelompok sasaran berisiko, mengedukasi warga terkait pencegahan penularan penyakit, hingga mendampingi proses rujukan dan pengobatan bagi pasien yang membutuhkan tindak lanjut medis.
Melalui pelayanan terpadu dan bermutu yang didekatkan langsung ke tengah masyarakat nagari ini, Pemkab Pesisir Selatan berharap kesadaran warga untuk melakukan deteksi dini dan pola hidup sehat semakin menguat, sekaligus melangkah makin mantap menuju target percepatan eliminasi TB di Pesisir Selatan.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.