Pesisir Selatan, 12 November 2018--Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) bukan hanya sebagai daerah sentra daging sapi di Sumatera Barat (Sumbar), tapi juga terkenal dengan keberadaan sapi lokalnya yang akrap disebut Sapia Pasisia.
Agar kebaradaan yang sudah sangat terkenal dan tercatat sebagai salah satu plasma nutfa sapi asli Indonesia tersebut bisa terjaga, maka habitatnya akan terus dipertahankan.
" Upaya itu musti dilakukan, sebab sapi pasisia tercatat sebagai salah satu dari lima jenis sapi asli Indonesia. Selain itu, sapi lokal yang memiliki kekhasan dan keunggulan itu, juga sangat diminati sebagai konsumsi oleh masyarakat, baik lokal maupun luar daerah," ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pessel, Hazrita kepada pesisirselatan.go.id Senin (12/11).
Dijelaskanya bahwa saat ini populasi sapi di daerah itu terdata sekitar 86 ribu. Dari jumlah itu yang merupakan sapi asli pasisie mencapai 65 persen. Sisanya adalah sapi simental, brahman, sapi bali dan sapi hasil perkawinan silang.
" Populasi sapi di Pessel saat ini terdata sekitar 86 ribu ekor, dimana dari jumlah itu sebesar 65 persenya adalah sapi asli pasisia. Sisanya sapi semental, brahman, sapi bali, dan sapi hasil perkaminan silang. Dari jumlah itu, yang dijual ke luar daerah mencapai sebanyak 10.500 ekor dalam satu tahun. Kebutuhan itu melonjak setiap memasuki hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri," jelasnya.
Karena besarnya kebutuhan yang memang didukung oleh potensi serta kekhasan, sehingga sektor peternakan terutama jenis sapi lokal mendapat perhatian khusus.
" Sapi lokal Pessel diakui cukup digemari oleh para konsumen di Sumbar, dari itu perhatian khusus perlu diberikan. Baik dalam hal pembinaan maupun jaminan pasar agar usaha ini memberikan jaminan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat di daerah ini," ungkapnya.
Dikatakan lagi bahwa saat ini Pessel sudah memiliki pasar ternak di kecamatan yang dijadikan sebagai sentra. Seperti di Kecamatan Lengayang, pasar ternak tersebut ditempatkan di Nagari Lakitan Timur. Diharapkan keberadaan pasar ternak tersebut, akan menjadi jaminan bagi masyarakat di Pessel untuk memasarkan ternaknya agar sesuai dengan harga pasar.
" Kehadiran pasar ternak Pessel yang dipusatkan di nagari Lakitan Timur Kecamatan Lengayang, akan memberikan jaminan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sesuai harga pasar. Sebab di lokasi itu (pasar ternak red), pemerintah juga menempatkan petugas mengontrol aktivitas maupun harga," tutupnya. (05)

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.