Headline News

header-int

Kerusakan Terumbu Karang Bisa Diantisipasi Melalui Kesadaran Masyarakat Nelayan

Rabu, 21 November 2018, 15:01:38 WIB - 1475 | Kontributor : Yoni Syafrizal

Peisisir Selatan, 21 November 2018--Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melalu Dinas Perikanan terus berupaya melakukan rehabilitasi dan pelestarian terumbu karang dan hutan mangrove.

Agar upaya itu bisa dilakukan lebih maksimal lagi, sehingga kesadaran masyarakat nelayan untuk ikut menjaga dan melestarikan sangatlah penting dan diharapkan.

Plt Kepala Dinas Perikanan Pessel, Erlindawati mengatakan kepada pesisirselatan.go.id Rabu (21/11) bahwa kerusakan terumbu karang di daerah itu telah sempat mencapai angka 80 persen dari total luas laut yang ada pada tahun 2016 lalu.  

Agar kerusakan tidak semakin meluas, sehingga rehabilitasi dan pelestarian terus dilakukan, termasuk juga kesadaran masyarakat nelayan untuk juga ikut menjaganya.  

Kerusakan yang sama juga dialami oleh hutan manggrove. Namun berkat tingginya kesadaran masyarakat untuk menjaga hutan manggrove sejak beberapa tahun terakhir, membuat kondisi hutan yang dulunya rusak mencapai 30 persen, sudah mulai kembali lestari.

Dia mengatakan bahwa untuk memulihkan kondisi kerusakan terumbu karang yang sudah mencapai persentase cukup besar itu, akan membutuhkan waktu yang lama.

" Kerusakan terumbu karang akan berdampak terhadap kelangsungan ekosistem yang ada di laut. Dari itu upaya pelestarian dengan cara tidak merusak serta mengembangkan kembali terumbu-terumbu  karang melalui rekayasa teknologi perlu dilakukan. Sebab bila hal ini terabaikan, bisa berdampak terhadap produksi perikanan air asin di Pessel," katanya.

Dikatakanya bahwa kerusakan terumbu karang yang sudah mencapai angka 80 persen dari total luas terumbu karang yang dimiliki oleh pesisir pantai Pessel itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta pada 2013 lalu.

Dari penelitian itu tergambar bahwa penyebab kerusakanya karena ulah dan perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab.

" Dari penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Perikanan Universitas Bung Hatta pada tahun 2013 lalu, ternyata kerusakan terumbu karang yang sudah mencapai angka 80 persen itu akibat ulah masyarakat nalayan sendiri dalam mencari ikan. Mereka melakukan jalan pintas dengan cara meracun dan juga dengan menggunakan bahan peledak. Cara itu jelas merusak ekosistem dan kelestarian ekositem yang ada,  termasuk terumbu karang itu sendiri," jelasnya.

Karena keberadaan terumbu karang merupakan hal penting yang harus dilestarikan agar keberlangsungan ekosistem laut tetap terjaga. Sehingga kepada masyarakat nelayan diminta untuk tidak lagi melakukan pengrusakan.

" Sebab jika terumbu karang sudah tidak ada lagi, ikan-ikan akan punah. Dampaknya adalah bagi nelayan itu sendiri, karena akan sulit untuk mendapatkan ikan dan lama-kelamaan akan mematikan sumber perekonomian," imbaunya.

Ditambahkanya bahwa untuk memulihkan kembali kondisi kerusakan yang sudah mencapai 80 persen itu, pihaknya telah melakukan upaya transpalansi.

" Langkah itu sudah kita dilakukan sejak tahun 2012 dengan lokasi yang kondisi kerusakanya cukup parah, seperti di sekitar perairan pulau Aur Kecamatan IV Jurai," ujarnya.

Traspalansi atau pencangkokan terumbu karang sebagai mana dilakukan di sekitar pulau Aur dan beberpa titik lainya itu, bertujuan agar kerusakan terumbu karang yang terjadi bisa kembali pulih.

" Upaya  ini juga akan dilakukan pada lokasi-lokasi lain disepanjang penagairan Pessel, mulai dari perairan laut Kecamatan Koto XI Tarusan, hingga selatan Kecamatan Lunang Silaut," terangnya.

Ditambahkanya bahwa selain terumbu karang, kondisi yang juga cukup memprihatinkan dan tidak kalah penting harus dilestarikan adalah hutan bakau atau Mangrove.

Dikatakan demikian, karena kerusakanya sudah mencapai angka 30 persen pula, padahal keberadaanya sangat penting untuk menyanggah pantai dari ancaman abrasi. (05)

 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube