PESISIR SELATAN — Kolaborasi antara insan pers dan jajaran TNI di Kabupaten Pesisir Selatan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya memperluas penyampaian informasi pembangunan kepada masyarakat. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesisir Selatan bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0311 Pesisir Selatan sepakat membangun komunikasi yang lebih intensif, tidak hanya dalam pemberitaan kegiatan, tetapi juga dalam mengawal berbagai program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan jajaran PWI Kabupaten Pesisir Selatan dengan Dandim 0311 Pessel Letkol Inf Yudi Eka Pratama, M.Han., Senin (28/9/2026). Pertemuan yang berlangsung dalam suasana silaturahmi itu sekaligus menjadi ruang bertukar informasi mengenai berbagai program yang tengah dilaksanakan Kodim 0311 Pessel serta peran media dalam menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat.
Ketua PWI Kabupaten Pesisir Selatan Robby Octora Romanza mengatakan, komunikasi yang baik antara media dan jajaran TNI perlu terus dijaga karena keduanya memiliki peran masing-masing dalam kehidupan masyarakat. Media memiliki fungsi menyampaikan informasi kepada publik, sementara TNI melalui berbagai program teritorialnya juga bersentuhan langsung dengan masyarakat di berbagai wilayah.
Menurut Robby, hubungan antara wartawan dan jajaran TNI tidak seharusnya berhenti pada kegiatan silaturahmi. Komunikasi yang telah terbangun diharapkan dapat berkembang menjadi kerja sama dalam penyampaian informasi mengenai berbagai kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Terlebih, Kodim 0311 Pessel dalam waktu dekat akan melaksanakan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa atau TMMD. Kegiatan tersebut dinilai memiliki nilai penting karena program TMMD umumnya menyentuh kebutuhan masyarakat melalui kegiatan pembangunan fisik maupun nonfisik.
"Kami berharap silaturahmi ini tetap terjaga dan berkesinambungan. Apalagi sebentar lagi Kodim 0311 Pessel akan menggelar kegiatan TMMD," ujar Robby.
Ia mengatakan, keterlibatan media dalam kegiatan pembangunan bukan semata-mata untuk memberitakan aktivitas suatu lembaga. Lebih dari itu, pemberitaan dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan program kepada masyarakat, menyampaikan manfaat kegiatan, sekaligus membuka ruang informasi mengenai berbagai upaya pembangunan yang dilakukan di daerah.
Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai program-program yang dilaksanakan pemerintah maupun institusi negara. Dengan informasi yang disampaikan secara baik, masyarakat dapat mengetahui tujuan, manfaat dan perkembangan sebuah kegiatan.
"Media memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Karena itu, kami berharap komunikasi dan kolaborasi dengan Kodim dapat terus berjalan," katanya.
Robby juga memperkenalkan sejumlah pengurus PWI Kabupaten Pesisir Selatan yang hadir dalam pertemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa PWI merupakan salah satu organisasi wartawan yang diakui Dewan Pers dan para wartawan yang tergabung di dalamnya menjalankan tugas jurnalistik dengan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik.
Sementara itu, Dandim 0311 Pessel Letkol Inf Yudi Eka Pratama menyambut baik kunjungan jajaran PWI Pesisir Selatan. Menurutnya, komunikasi dengan insan pers merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas, khususnya dalam menyampaikan berbagai informasi kepada masyarakat.
Yudi memiliki pengalaman di bidang penerangan TNI atau Pendim. Pengalaman tersebut membuat dirinya memahami bahwa hubungan antara institusi dengan media memiliki kaitan erat dalam membangun komunikasi publik.
Ia menyebut fungsi penerangan di lingkungan TNI memiliki sejumlah kesamaan dengan fungsi kehumasan pada instansi sipil, terutama dalam hal penyampaian informasi dan membangun komunikasi dengan masyarakat melalui media.
"Silaturahmi dengan teman-teman wartawan bukanlah hal yang baru bagi saya," katanya.
Menurut Yudi, informasi yang diterima masyarakat dapat memengaruhi cara pandang terhadap suatu persoalan. Karena itu, ia berharap pemberitaan yang disampaikan kepada publik tetap mengedepankan profesionalitas, fakta dan keberimbangan.
Ia menilai penyampaian informasi yang tidak tepat dapat menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Dalam kondisi tertentu, informasi yang tidak dikelola secara baik bahkan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Karena itu, Yudi berharap insan pers tetap menjalankan tugas berdasarkan kode etik jurnalistik serta menjaga independensi dan profesionalitas dalam setiap pemberitaan.
"Kami berharap kepada rekan-rekan PWI Pessel tetap menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan tetap profesional serta berimbang dalam menyampaikan informasi, sehingga dapat menciptakan suasana yang kondusif di Pesisir Selatan," ujarnya.
Pertemuan tersebut kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai sejumlah program yang sedang dan akan dilaksanakan Kodim 0311 Pessel. Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana kegiatan TMMD yang dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur dan masyarakat di lokasi kegiatan.
Selain TMMD, Kodim 0311 Pessel juga menyampaikan sejumlah program yang berkaitan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang saat ini mendapat pendampingan dari jajaran Kodim.
Yudi menyebut terdapat 46 KDMP yang berada dalam binaan Kodim 0311 Pessel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 39 koperasi disebut telah selesai dibangun, sedangkan tujuh lainnya masih dalam proses.
Keberadaan koperasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat nagari. Dengan adanya koperasi, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih dekat terhadap berbagai kebutuhan usaha dan pertanian.
"Kami berharap di Pesisir Selatan ini satu nagari satu Koperasi Desa Merah Putih," kata Yudi.
Menurutnya, koperasi dapat menjadi salah satu instrumen yang membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pertanian, termasuk memperoleh pupuk dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan demikian, keberadaan koperasi diharapkan tidak hanya menjadi wadah usaha, tetapi juga mampu membantu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Program lain yang turut menjadi perhatian adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Kodim 0311 Pessel saat ini ikut mengawal sekitar delapan program MBG di wilayah Pesisir Selatan.
Selain itu, Kodim juga terlibat dalam kegiatan revitalisasi sekolah. Saat ini terdapat dua kegiatan revitalisasi sekolah yang mendapat pengawalan dari jajaran Kodim 0311 Pessel.
Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa tugas teritorial TNI di daerah tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga mencakup keterlibatan dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat.
Dalam bidang infrastruktur, Kodim 0311 Pessel turut mengawal pembangunan sejumlah jembatan yang menjadi bagian dari kebutuhan konektivitas masyarakat. Di antaranya pembangunan jembatan Armco, jembatan beton dan jembatan gantung.
Pembangunan infrastruktur tersebut menjadi penting bagi masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan akses penghubung untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan maupun mobilitas sehari-hari.
Selain pembangunan fisik, perhatian Kodim juga diarahkan pada penguatan ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu program yang dipersiapkan adalah pembangunan sumur bor.
Yudi mengatakan, sumber air dari sumur bor tersebut nantinya akan terlebih dahulu diperiksa melalui laboratorium sebelum digunakan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas air yang tersedia memenuhi standar kelayakan.
"Kita ingin memastikan air yang digunakan masyarakat benar-benar layak. Sebelum dikonsumsi, akan kita uji melalui laboratorium," ujarnya.
Di tengah berbagai program pembangunan tersebut, persoalan lingkungan juga menjadi perhatian Kodim 0311 Pessel. Kondisi geografis Pesisir Selatan yang memiliki sejumlah wilayah rawan bencana membuat upaya menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana.
Yudi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penebangan pohon secara ilegal. Masyarakat juga diminta tidak membuang sampah sembarangan karena persoalan lingkungan dapat berpengaruh terhadap kondisi wilayah, termasuk meningkatkan risiko banjir dan longsor.
Ia juga mengingatkan masyarakat maupun perusahaan agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan. Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Kodim telah memasang sejumlah banner imbauan pada lokasi yang dinilai memiliki potensi terjadi kebakaran.
"Pesisir Selatan termasuk daerah yang rawan bencana. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga lingkungan agar risiko bencana bisa kita tekan," katanya.
Pesan tersebut menjadi penting karena upaya mengurangi risiko bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat. Masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga kondisi lingkungan di wilayah masing-masing.
Menurut Yudi, pencegahan dapat dilakukan melalui langkah-langkah sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta mempertahankan vegetasi di kawasan yang memiliki fungsi penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Di bidang keamanan, Kodim 0311 Pessel juga terus membangun koordinasi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia serta unsur terkait lainnya. Sinergi antarlembaga diperlukan untuk menjaga stabilitas wilayah sekaligus mendukung kelancaran berbagai program pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Yudi juga menyampaikan informasi terkait penerimaan prajurit TNI yang dijadwalkan mulai dibuka pada 1 Oktober 2026. Ia mengajak masyarakat Pesisir Selatan yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
Ia menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit dilakukan tanpa biaya. Masyarakat diminta berhati-hati terhadap pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang maupun menggunakan jasa "beking".
"Tidak ada yang bayar, semuanya gratis. Jika ada yang meminta uang atau beking-bekingan, lapor kepada saya. Akan kita proses," tegasnya.
Yudi menjelaskan, penerimaan tersebut mencakup Bintara, Tamtama maupun Perwira. Namun, masyarakat tetap diminta mengikuti informasi dan persyaratan yang disampaikan melalui pengumuman resmi TNI.
Informasi tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana komunikasi antara institusi dan media dapat membantu memperluas akses masyarakat terhadap informasi yang berkaitan dengan kepentingan publik. Media dapat membantu menyampaikan informasi secara luas sehingga masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk mengetahui program dan kebijakan yang tersedia.
Dalam konteks pembangunan daerah, komunikasi publik menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan sebuah program. Program yang baik membutuhkan dukungan masyarakat, sementara dukungan tersebut akan lebih mudah terbangun apabila masyarakat memahami tujuan dan manfaat program.
Karena itu, hubungan antara media dan institusi seperti TNI perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan profesional. Media membutuhkan akses informasi yang memadai untuk menjalankan tugas jurnalistik, sementara institusi membutuhkan media sebagai salah satu sarana menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Pertemuan PWI Pesisir Selatan dengan Kodim 0311 Pessel menjadi salah satu ruang untuk membangun hubungan tersebut. Komunikasi yang berlangsung tidak hanya membahas agenda organisasi, tetapi juga membuka informasi mengenai berbagai kegiatan yang tengah dikawal Kodim.
Bagi PWI Pesisir Selatan, keberlanjutan komunikasi dengan jajaran Kodim juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja jurnalistik di daerah. Sementara bagi Kodim, hubungan dengan media diharapkan dapat membantu penyampaian informasi yang akurat mengenai berbagai program kepada masyarakat.
Ke depan, sinergi tersebut diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai kegiatan, termasuk pelaksanaan TMMD yang akan digelar Kodim 0311 Pessel. Kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperlihatkan secara lebih luas berbagai program pembangunan yang menyentuh masyarakat di tingkat nagari.
Dengan komunikasi yang berjalan secara berkesinambungan, media dan jajaran TNI dapat menjalankan perannya masing-masing dengan tetap berpedoman pada ketentuan dan profesionalitas. Media menjalankan fungsi jurnalistik secara independen, sedangkan TNI menyampaikan informasi mengenai program dan kegiatan sesuai kewenangannya.
Pada akhirnya, keterbukaan komunikasi menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Informasi yang faktual, berimbang dan disampaikan secara profesional dapat membantu masyarakat memahami berbagai persoalan sekaligus mengetahui program yang sedang berjalan di daerah.
PWI Pesisir Selatan dan Kodim 0311 Pessel pun sepakat agar silaturahmi yang telah terbangun tidak berhenti sebagai agenda pertemuan semata. Komunikasi dan koordinasi diharapkan terus dilanjutkan sehingga berbagai informasi mengenai pembangunan, pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, lingkungan, kebencanaan maupun keamanan dapat tersampaikan secara lebih luas kepada masyarakat Pesisir Selatan.
Sinergi tersebut pada akhirnya diharapkan dapat memberikan ruang bagi seluruh unsur untuk menjalankan perannya dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan komunikasi yang baik antara TNI, media, pemerintah daerah dan masyarakat, berbagai program yang dilaksanakan dapat diketahui secara lebih luas dan menjadi bagian dari upaya bersama membangun Pesisir Selatan.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.