Headline News

header-int

Komoditas Udang Vaname Terus Dikembangkan di Pessel

Rabu, 26 Desember 2018, 16:48:29 WIB - 929 | Kontributor : Okis Mardiansyah
Komoditas Udang Vaname Terus Dikembangkan di Pessel

Pesisir Selatan - Komoditas udang vaname belakangan ini semakin diminati dan terus di kembangkan di Kabupaten Pesisir Selatan. Pertumbuhan udang yang relatif cepat dengan waktu dua bulan itu, dinilai menjadi daya tarik bagi para investor.

Kabid Pengelolaan dan Pembudidayaan Ikan pada Dinas Perikanan Pessel, Firdaus, menyebutkan, pihaknya tengah mendorong daerah itu sebagai tambak udang vaname. Menurutnya, investasi tersebut diharapkan menjadi peluang besar bagi masyarakat sebagai usaha yang menjanjikan untuk masa depan. 

"Peluang pasar (udang vaname) masih terbuka lebar hingga saat ini. Berapapun jumlahnya masih terserap, sehingga budidaya ini mampu meningkatkan ekonomi rakyat, selain itu akan menyerap tenaga kerja lokal," ucap Firdaus diruang kerjanya. Rabu, (26/12).

Kendati demikian, lanjut Firdaus, dalam mengembangkan potensi udang vaname, pihaknya masih menemui sejumlah kendala seperti pendangkalan dan kerusakan pada saluran irigasi tambak, sulitnya permodalan dan akses, manajemen usaha yang belum di kuasai bagaimana membudidayakan dengan baik, dan minimnya pengetahuan pasar akan budidaya tersebut.

"Jadi, solusinya kami memberikan percontohan dan mendorong kawasan budidaya ikan yang berkelanjutan. Untuk mewujudkan ini, kami juga bersinergi dengan pemerintah pusat, provinsi, mitra kerja, swasta, semua harus bergandengan tangan," ujarnya.

Ia menyebutkan, pengembangan budidaya undang vaname di Pesisir Selatan, saat ini difokuskan di Cerocok Anau, Kecamatan Koto XI Tarusan.

"Hingga akhir 2018, sudah panen secara parsial sebanyak 170 ton. Usaha udang vaname sangat menjanjikan dan akan terus dikembangkan disejumlah kecamatan lainnya," tuturnya.

Lebih jauh dijelaskan, saat ini harga pasaran udang vaname berkisar antara Rp60-70 ribu perkilogram. Harga itu, kata dia, sesuai pasaran ekspor yang telah dilakukan sebelumnya.

"Sebelumnya udang vaname ini di ekspor ke Palembang dan keluar negeri. Sebab, kebutuhan diluar sana memang cukup tinggi," katanya.

Menurut Firdaus, satu tambak udang untuk ukuran 20x20 diperlukan dana hingga Rp50 juta. Sementara, untuk Nagari Cerocok Anau, Kecamatan Koto XI Tarusan, ada seluas 12,5 hektar lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya tambak udang vaname.

"Namun, sekitar 25 hektarenya adalah lahan tidur. Masyarakat sekitar mengaku tidak sanggup mengolahnya. Akhirnya ada investor yang ingin masuk dan kita fasilitasi lagi untuk masyarakat dengan catatan harus memperhatikan lingkungan dan amdal, tata ruang, izin lingkungan dan teknis budidaya," ujarnya.

Ia menambahkan, 2019 mendatang pihaknya juga melirik Nagari Lakitan, Kecamatan Lengayang, sebagai daerah baru yang bakal dikembangkan menjadi potensi budidaya udang vaname. 

"Sebelumnya, tim teknis sudah melakukan kunjungan ke Nagari Lakitan, ada sekitar 14 hektare potensi lahan tambak yang bisa dimanfaatkan disana," ucapnya.

Sementara itu, Bupati Pessel Hendrajoni, mengaku membuka pintu investasi selebar lebarnya bagi para investor untuk mendorong kemajuan ekonomi masyarakat setempat. Pihaknya juga memastikan akan mempermudah perizinan dalam investasi tersebut.

"Silahkan berinvestasi di daerah saya, udang vaname menjanjikan ekonomi lebih baik. Saya undang semuanya untuk datang berinvestasi. Kami akan berikan kemudahan untuk pengurusan izin," kata bupati.

Hendrajoni juga memastikan, para investor untuk tidak perlu khawatir terhadap akses infrastruktur baik jalan, air, maupun pasokan listrik. Sebab, hal itu dipastikan dimiliki oleh daerah yang berjulukan Negeri Sejuta Pesona itu.

"Kami selalu mendorong investasi ke daerah ini. Infrastruktur jalan sudah bagus, pasokan air dan listrik dipastikan cukup. Pesisir Selatan mudah di jangkau masyarakatnya juga sangat ramah. Untuk itu saya mengajak bapak ibu agar berinvestasi di daerah kami," ucapnya mengajak. (15)

Foto, Firdaus, Kabid Pengelolaan dan Pembudidayaan Ikan Dinas Perikanan Pessel.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube