Headline News

header-int

Lima Program Unggulan, Arah Pembangunan Pesisir Selatan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Selasa, 27 Oktober 2026, 19:31:15 WIB - 19 | Kontributor : Riko Candra
Lima Program Unggulan, Arah Pembangunan Pesisir Selatan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

PESISIR SELATAN– Pembangunan daerah tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh akses pendidikan, pelayanan kesehatan, kesempatan ekonomi, dan kehidupan sosial yang lebih sejahtera. Prinsip tersebut menjadi salah satu landasan arah pembangunan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui lima program unggulan, yakni Nagari Kanyang, Nagari Pandai, Nagari Mengaji, Nagari Sehat, dan Nagari Sejahtera.

Lima program unggulan tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Hendrajoni dan Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim untuk periode 2025–2030. Kelima program ini mencakup aspek ekonomi, pendidikan, keagamaan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial yang saling berkaitan dalam mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pendekatan pembangunan berbasis nagari menjadi penting karena setiap wilayah memiliki potensi dan kebutuhan berbeda. Kawasan pertanian membutuhkan dukungan produktivitas dan pemasaran hasil panen, sedangkan wilayah pesisir memiliki peluang pengembangan perikanan dan pariwisata. Karena itu, pelaksanaan program perlu disesuaikan dengan karakteristik daerah serta persoalan yang dihadapi masyarakat.

Program Nagari Kanyang diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor produktif, termasuk pertanian, perikanan, dan peternakan. Sektor-sektor tersebut menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Pesisir Selatan sehingga peningkatan produktivitas, kualitas hasil, dan nilai jual menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam pembangunan ekonomi daerah.

Penguatan ekonomi nagari tidak cukup hanya dengan meningkatkan hasil produksi. Petani, nelayan, peternak, dan pelaku usaha kecil juga membutuhkan akses pasar, pendampingan, keterampilan pengolahan produk, serta dukungan kelembagaan ekonomi. Melalui pendekatan yang berkelanjutan, potensi lokal diharapkan dapat memberikan nilai tambah dan membuka peluang pendapatan bagi masyarakat.

Sementara itu, Nagari Pandai menempatkan pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian penting pembangunan. Program ini diarahkan untuk memperkuat budaya belajar, literasi, pengetahuan, serta keterampilan masyarakat agar mampu menghadapi perubahan zaman dan memanfaatkan peluang yang tersedia.

Pengembangan Nagari Pandai memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah nagari, sekolah, keluarga, hingga masyarakat. Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui kegiatan literasi, pelatihan keterampilan, pemanfaatan teknologi digital, dan pembelajaran berbasis komunitas yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Pada aspek kehidupan beragama, Nagari Mengaji diarahkan untuk memperkuat pendidikan keagamaan, membangun karakter, serta menjaga nilai-nilai moral dan budaya masyarakat. Peran keluarga, guru mengaji, rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, tokoh adat, dan tokoh masyarakat menjadi penting dalam mendukung pembinaan generasi muda.

Penguatan nilai agama dan budaya diharapkan berjalan seiring dengan pembentukan karakter yang menjunjung kepedulian, kebersamaan, dan penghormatan terhadap sesama. Dalam kehidupan bernagari, nilai-nilai tersebut dapat menjadi modal sosial untuk mempererat hubungan masyarakat serta mendorong partisipasi warga dalam kegiatan pembangunan.

Di bidang kesehatan, Nagari Sehat menempatkan peningkatan kualitas hidup masyarakat sebagai salah satu prioritas. Upaya ini berkaitan dengan penguatan pelayanan kesehatan dasar, edukasi hidup sehat, pemenuhan gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pencegahan stunting melalui keterlibatan tenaga kesehatan dan masyarakat.

Pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau sangat penting bagi ibu hamil, bayi, balita, lanjut usia, dan warga yang tinggal jauh dari pusat pelayanan. Posyandu, Puskesmas, tenaga kesehatan, serta kader nagari memiliki peran dalam memperluas akses informasi dan pelayanan dasar, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Keberhasilan membangun nagari yang sehat juga membutuhkan dukungan keluarga dan lingkungan. Pemenuhan gizi, sanitasi yang layak, kebersihan lingkungan, imunisasi, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat perlu berjalan bersama. Evaluasi program perlu melihat perubahan perilaku dan akses layanan, bukan hanya jumlah kegiatan yang telah dilaksanakan.

Program Nagari Sejahtera melengkapi empat program lainnya dengan perhatian pada peningkatan taraf hidup masyarakat. Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, pelatihan keterampilan, perluasan kesempatan kerja, serta penguatan ekonomi keluarga merupakan bidang yang relevan untuk mendukung tujuan peningkatan kesejahteraan.

Pelaksanaan program kesejahteraan perlu didukung pendataan yang akurat dan mekanisme penyaluran bantuan yang transparan. Penetapan sasaran berdasarkan kriteria yang jelas penting agar dukungan pemerintah menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Selain bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi juga diperlukan agar keluarga memiliki kesempatan meningkatkan kemandirian secara bertahap.

Kelima program unggulan tersebut memiliki hubungan yang saling menguatkan. Penghasilan keluarga yang lebih baik dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan. Pendidikan serta keterampilan membuka peluang kerja dan usaha, sementara penguatan nilai keagamaan dan solidaritas sosial mendorong masyarakat menjaga kebersamaan dalam membangun nagari.

Agar pelaksanaannya berjalan efektif, diperlukan koordinasi ant organisasi perangkat daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, pelaku usaha, dan kelompok masyarakat. Pembagian peran yang jelas serta sinkronisasi kegiatan dan anggaran dibutuhkan agar program tidak berjalan sendiri-sendiri dan pelaksanaannya tetap berorientasi pada prioritas pembangunan.

Di sisi lain, keberhasilan pembangunan harus dapat diukur melalui indikator yang jelas. Perkembangan produktivitas dan pendapatan masyarakat, akses pendidikan, kualitas pelayanan kesehatan, kesempatan kerja, serta jangkauan perlindungan sosial dapat menjadi bagian dari evaluasi sesuai sasaran setiap program. Data awal, target, realisasi, dan laporan berkala diperlukan untuk memastikan kemajuan dapat dinilai secara objektif.

Transparansi dan partisipasi masyarakat juga menjadi unsur penting dalam pelaksanaan lima program unggulan tersebut. Masyarakat perlu memiliki ruang untuk menyampaikan kebutuhan, memberikan masukan, dan mengawasi pelaksanaan kegiatan di lingkungannya. Dengan demikian, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga proses bersama yang melibatkan warga sebagai penerima manfaat sekaligus pelaku pembangunan.

Pada akhirnya, lima program unggulan tersebut menjadi kerangka untuk mendorong pembangunan Pesisir Selatan yang lebih terintegrasi dan merata. Tantangan utamanya adalah memastikan setiap program diterjemahkan menjadi kegiatan nyata sesuai kebutuhan nagari, dilaksanakan secara konsisten, dan dievaluasi secara terbuka. Dengan perencanaan terarah, tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan, serta partisipasi masyarakat, upaya mewujudkan Pesisir Selatan yang maju, tumbuh, dan berkelanjutan dapat terus diperkuat.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube