Headline News

header-int

Menuju IPWL, Kemensos RI Lakukan Verifikasi dan Validasi Yayasan Ranah Mandeh

Minggu, 02 Desember 2018, 10:58:07 WIB - 561 | Kontributor : Yoni Syafrizal

Pesisir Selatan, 2 Desember 2018--Tim Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) RI melakukan kunjungan ke Yayasan Ranah Mandeh (Yaarahman) Sabtu (1/12).  

Kepala Seksi (Kasi) Rencana Intervensi Direktorat Rehablitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza, Ditjen Rehablitasi Sosial Kementrian Sosial (Menensos) RI, E Maria Hapsari, dengan didampingi Kasi RTS Napza Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Supandi dalam kunjungan itu menyampaikan bahwa kunjungan itu bertujuan untuk memverifikasi dan validasi lembaga sosial tersebut untuk menuju Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL).

Disampaikanya bahwa permohonan Yaarahman untuk menjadi sebuah institusi penerima wajib lapor, memang harus melalui beberapa persyaratan.

" Sekarang Kita verifikasi dan validasi dulu. Namun soal putusan nanti, tergantung dari pimpinan," ungkapnya.

Dikatakannya bahwa lembaga sosial Yaarahman memiliki semangat dan niat yang tulus terhadap masyarakat daerah itu, dalam membentenginya dari bahaya narkoba. Sebab narkoba sangat merusak generasi muda penerus bangsa.

" Kalau melihat perjuangan Yaarahman ini luar biasa. Ya, memang sulit. Masalah narkoba ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Ini pekerjaaan sebenarnya tidak menyenangkan. Tapi disitulah nilai pointnya. Mudah-mudahan lembaga sosial yang telah bergerak dua tahun terakhir ini, bisa menjadi institusi penerima wajib lapor, dan juga harapan bagi masyarakat Pessel ke depan," katanya.

Ketua Umum Yaarahman, Adril yang juga merupakan mantan sekretaris daerah kabupaten (Setdakab) Pessel berharap, kedatangan pihak Kemensos dapat menambah semangat baru bagi pengurus Yaarahaman yang terdiri dari anak-anak muda kreatif.

" Sehinngga, kita bisa berbuat dan  bekerja bersama-sama, serta juga ikut berpartisipasi untuk kepentingan daerah dalam membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh, terutama narkoba," tegasnya.

Disampaikanya bahwa persoalan yang menyangkut narkoba, bukan darurat lagi.

" Tapi memang parah. Ini meluas terus. Semakin banyak yang tertangkap, semakin banyak pula yang tak terbina. Persoalan ini tidak sederhana lagi. Saya melihat dalam hal ini sebagian ada yang serius. Tapi banyak pula yang tidak serius. Dan kita siap bekerja dengan perangkat yang ada dan siap untuk tidak digaji," tekatnya.

Dengan semangat yang tinggi itu, Yaarahman memiliki tiga prinsip yang disebut dengan 3K, yakni komitmen, konsistensi dan kontinitas).

Lebih jauh dijelaskan bahwa pernyataan perang terhadap narkoba bukan hanya sekedar kata-kata. Tetapi bagai mana setiap pemuda di nagari bisa bersama-sama bergerak untuk anti terhadap barang haram yang dapat merusak masa depan generasi muda.

" Harapan ini tertuang dalam organisasi Yaarahman ini agar mampu melahirkan Penggiat Anti Narkoba Daerah Kami (Pandeka). Karena melalui upaya itu, penyalahgunaan narkoba bisa diminimalisir atau dicegah di masyarakat," ujarnya.

Ditambahkanya bahwa lahirnya inspirasi untuk Pandeka tersebut, berdasarkan rasa prihatin dan melihat kondisi generasi muda dewasa ini.

" Dimanapun kita dengar, masalah narkoba bukan masalah biasa. Dampaknya sangat besar. Kalau ada anak kita yang memakainya, sangat susah untuk menghilangkannya. Bahkan saya khawatir narkoba sudah masuk ke anak-anak tingkat SMP, bahkan SD. Ini miris sekali," keluhnya.

Dari itu dia berharap melalui gerakan Pandeka yang  digelorakan di 182 Nagari pada 15 kecamatan yang ada di Pessel, peredaran narkoba akan bisa diantisipasi. (05)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube