PESISIR SELATAN — Pemerintah Nagari Kambang Barat, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nagari (Musrenbang) dalam rangka penyusunan rencana pembangunan tahun 2027.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Gedung Nasional Simpang Tiga Pasar Kambang, Selasa (6/10/2026), dan menjadi forum penting bagi pemerintah nagari bersama masyarakat serta unsur terkait dalam menentukan arah pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang.
Musrenbang dihadiri Wali Nagari Kambang Barat, Camat Lengayang, Badan Permusyawaratan Nagari (Bamus), anggota DPRD, Babinsa, Kapolsek, serta unsur masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam musyawarah tersebut, berbagai usulan pembangunan dibahas dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat serta kondisi yang dihadapi Nagari Kambang Barat. Sejumlah program kemudian ditetapkan sebagai prioritas yang diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Salah satu perhatian utama dalam perencanaan pembangunan tahun 2027 adalah sektor kesehatan, khususnya upaya menekan angka stunting di Nagari Kambang Barat.
Pemerintah nagari merencanakan peningkatan kapasitas kader Posyandu sebanyak 70 orang. Program tersebut dinilai penting karena masih terdapat anak yang mengalami stunting di wilayah nagari.
Berdasarkan data Agustus 2026, tercatat sebanyak 38 anak di Nagari Kambang Barat mengalami stunting. Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar bagi pemerintah nagari untuk memperkuat kapasitas kader Posyandu agar mampu berperan lebih optimal dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi kesehatan keluarga, serta pencegahan dan penanganan stunting sejak dini.
Peningkatan kapasitas kader diharapkan tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memperkuat peran Posyandu sebagai salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat nagari.
Selain sektor kesehatan, pengelolaan lingkungan juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan Nagari Kambang Barat pada 2027.
Pemerintah nagari memprioritaskan dukungan kegiatan pengelolaan sampah plastik melalui penyediaan sarana dan prasarana pengelolaan sampah. Dukungan tersebut berkaitan dengan bantuan alat sarana dan prasarana pengelolaan sampah dari Kementerian Desa tahun 2026.
Program ini diarahkan untuk mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan sekaligus membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik di tingkat nagari.
Persoalan sampah plastik dinilai membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, penyediaan sarana pendukung diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah, mengumpulkan dan mengelola sampah secara lebih tertib.
Di sisi lain, pembangunan dan peningkatan infrastruktur dasar juga menjadi perhatian dalam Musrenbang Nagari Kambang Barat.
Pembangunan dan rehabilitasi drainase serta irigasi nagari masuk dalam daftar prioritas pembangunan. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat, terutama dalam pengelolaan aliran air dan mendukung sektor pertanian.
Pembangunan drainase yang baik diharapkan dapat membantu mengurangi persoalan genangan air serta meningkatkan kualitas lingkungan permukiman masyarakat. Sementara peningkatan dan rehabilitasi irigasi diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.
Perencanaan pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah nagari untuk memastikan pembangunan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memberikan manfaat langsung terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Selain pembangunan fisik dan sektor kesehatan, aspek adat dan kebudayaan juga mendapat perhatian dalam penyusunan program tahun 2027.
Pemerintah Nagari Kambang Barat merencanakan pelatihan adat salingka nagari yang berfokus pada pemahaman petatah petitih adat bagi pelaku adat dan tokoh masyarakat nagari.
Program tersebut dinilai penting di tengah kebutuhan untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai adat dan budaya di tengah perkembangan zaman. Pelatihan diharapkan dapat memperkuat pemahaman para pelaku adat dan tokoh masyarakat terhadap nilai-nilai adat yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Nagari Kambang Barat.
Pelestarian adat tidak hanya dilakukan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga melalui peningkatan pemahaman generasi dan tokoh masyarakat terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam adat salingka nagari.
Dengan adanya pelatihan tersebut, pengetahuan mengenai petatah petitih adat diharapkan tetap terjaga dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Sementara itu, pemerintah nagari juga memasukkan kegiatan Car Free Day (CFD) sebagai salah satu prioritas pembangunan tahun 2027.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bersosialisasi dan menciptakan aktivitas bersama yang positif di lingkungan nagari.
Car Free Day juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk membangun pola hidup sehat sekaligus memperkuat interaksi sosial masyarakat. Keberadaan ruang publik semacam ini dinilai dapat memberikan alternatif kegiatan bagi masyarakat sekaligus menciptakan suasana nagari yang lebih aktif dan dinamis.
Dengan demikian, lima prioritas yang dibahas dalam Musrenbang Nagari Kambang Barat tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Program yang direncanakan mencakup berbagai aspek, mulai dari lingkungan, kesehatan, adat dan budaya, infrastruktur hingga penyediaan ruang publik bagi masyarakat.
Musrenbang menjadi momentum bagi pemerintah nagari dan masyarakat untuk menyelaraskan kebutuhan pembangunan dengan kemampuan anggaran yang tersedia. Setiap program yang diusulkan diharapkan benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Melalui proses perencanaan yang melibatkan berbagai unsur tersebut, pembangunan Nagari Kambang Barat pada 2027 diharapkan dapat berjalan lebih terarah dan menjawab persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
Terutama pada sektor kesehatan, pemerintah nagari menaruh perhatian terhadap penurunan angka stunting. Data 38 anak yang tercatat mengalami stunting pada Agustus 2026 menjadi salah satu indikator yang perlu mendapatkan perhatian serius melalui penguatan Posyandu dan peningkatan kapasitas kader.
Begitu pula dengan persoalan lingkungan. Dukungan terhadap pengelolaan sampah plastik diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan nagari.
Di bidang infrastruktur, pembangunan dan rehabilitasi drainase serta irigasi diharapkan mampu memperkuat fasilitas dasar yang mendukung aktivitas masyarakat. Sedangkan pelatihan adat salingka nagari menjadi upaya untuk menjaga nilai budaya dan kearifan lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Sementara Car Free Day diharapkan mampu menghadirkan ruang bersama yang sehat dan produktif bagi masyarakat Nagari Kambang Barat.
Keseluruhan program tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan Nagari Kambang Barat yang disusun melalui mekanisme perencanaan partisipatif. Pemerintah nagari bersama masyarakat dan unsur terkait selanjutnya akan mengawal agar prioritas yang telah dibahas dapat diterjemahkan ke dalam program pembangunan tahun 2027 sesuai ketentuan dan kemampuan anggaran nagari.
Musrenbang diharapkan tidak berhenti sebagai forum penyampaian usulan, tetapi menjadi awal dari proses pembangunan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjawab kebutuhan Nagari Kambang Barat ke depan.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.