Pesisir Selatan, 24 Oktober 2018---Untuk meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi masyarakat yang bergerak disektor pertanian dan perkebunan, pemerintah nagari (Pemnag) Kapencong Lubuk Gambir (Kapelgam) di Kecamatan Bayang bangun jembatan gantung melintasi Batang Bayang sepanjang 140 meter dengan lebar 2,5 meter.
Pembangunan jembatan dengan anggaran sebesar Rp1,3 miliar yang sumber anggaranya berasal dari dana desa itu, dilaksanakan secara bertahap atau multiyear.
Walinagari Kapelgam, Dariasman mengatakan kepada pesisirselatan.go.id Rabu (24/10) bahwa pada tahap awal, pihaknya melalui dana desa mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 juta. Anggaran sebesar itu digunakan untuk membangun tungku jembatan, yang kelanjutanya akan dilaksanakan pada tahun 2019 nanti.
" Dengan tuntasnya pembangunan jemabatan ini nanti, maka gairah ekonomi masyarakat di nagari ini akan meningkat. Sebab jembatan ini berfungsi sebagai sarana untuk menuju lahan pertanian dan perkebunan masyarakat. Bahkan jembatan ini juga mempermudah warga untuk membawah jenazah menuju pemakaman yang berada diseberang Batang Bayang ini," ungkapnya.
Karena berbagai kebutuhan itu, sehingga pembangunan jembatan gantung tersebut dijadikan sebagai prioritas nagari, sebab sudah merupakan harapan masyarakat dari sejak lama.
" Karena dana desa bisa digunakan untuk membangun sarana dan parasarana penunjang peningkatan ekonomi seperti jembatan, maka masyarakat sepakat pembangunan jembatan gantung tersebut dilakukan melalui dana desa," jelasnya.
Ditambahkanya bahwa selain bertujuan untuk meningkatkan ekonomi, pembangunan jembatan gantung itu juga mempermudah masyarakat menuju pemakaman bila ada warga yang meninggal.
" Di nagari ini sudah terjadi dua kali jenazah hanyut terbawah arus sungai ketika menyeberang menuju pemakaman. Beruntung jenazah tersebut kembali ditemukan, sehingga histeris keluarganya bisa mereda," ingatnya.
Namun yang lebih memiriskan lagi disaat ada warga meninggal di saat air sungai tengah meluap.
" Kondisi itu sering terjadi, dan membuat warga yang akan mengubur jenazah harus bersabung nyawa. Makanya sekali lagi saya sampaikan kehadiran jembatan ini selain memiliki nilai ekonomi, juga memiliki nilai kemanusiaan," ungkapnya.
Dijelaskanya bahwa nagari itu memiliki 873 Kepala Keluarga (KK), 4500 jiwa. Sebagian besar dari jumlah penduduk tersebut adalah petani penggarap lahan.
" Jenis tanaman yang dikembangkan bukan saja padi dan sayur-sayuran, tapi juga kopi, coklat, karet, gambir dan pinang. Dengan selesainya pembangunan jembatan ini nanti, maka produktivitas masyarakat petani akan menjadi meningkat, disamping juga meringankan biaya produksi," tutupnya. (05)

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.