Pesisir Selatan, 18 November 2018--Budidaya ikan kerapu yang semakin berkembang di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), ternyata dapat dijadikan sebagai andalan ekonomi bagi masyarakat nelayan pada masa datang di daerah itu.
Selain tingginya harga di pasaran, hasil panen ikan kerapu yang berasal dari budidaya masyarakat nelayan daerah itu telah mampu menembus Pasar Asia seperti Hongkong dan Singapura.
Plt Kepala Dinas Perikanan Pessel, Erlindawati mengatakan kepada pesisirselatan.go.id Minggu (11/1) bahwa ada dua jenis ikan kerapu yang laris dan digemari oleh negara-negara Asia tersebut, diantaranya jenis bebek dan macan, dengan harga jual diatas ratusan ribu per kilogram.
" Dari beberapa negara Asia itu, yang dijadikan sebagai tujuan utama pemasaran adalah Hongkong dan Singapura. Melalui pasar dua negara ini, ikan kerapu jenis bebek dihargai Rp 400 ribu, sementara jenis macan Rp 100 ribu pula per kilogramnya," kata Erlindawati.
Dia menyampaikan dengan harga jual mencapai angka di atas ratusan ribu per kilogram itu membuat masyarakat nelayan yang melakukan budidaya ikan kerapu itu kehidupanya semakin sejahtera.
" Meraka itu tersebar di tiga wilayah yang dijadikan sebagai lokasi pembudidayaan ikan kerapu. Diantaranya di perairan Mandeh Kecamatan Koto XI Tarusan, perairan Sungai Nipah Kecamatan IV Jurai, dan Perairan Sungai Bungin Kecamatan Batang Kapas," ujarnya.
Ditambahkanya bahwa total kerambah jaring apung yang sudah dikembangkan masyarakat nelayan di tiga wilayah itu mencapai 200 unit lebih.
" Dimana dari jumlah itu, yang paling banyak terdapat di Sungai Nipah, disusul Mandeh dan selanjutnya Sungai Bungin," ungkapnya.
Dia menjelaskan bahwa budidaya ikan kerapu memang membutuhkan keseriusan dan ketekunan. Tapi keseriusan dan ketekunan itu sangat sebanding pula dengan harga jual, yang pemanenanya baru bisa dilakukan setelah umur delapan bulan.
" Dalam prakteknya, ikan kerapu tidak hanya diberi pakan. Namun juga dimandikan dengan air tawar dengan maksud untuk membersihkan bakteri serta parasit yang menempel di badan ikan," jelasnya.
Pemandian tersebut dilaksanakan minimal sekali dalam satu pekan, selain itu kerambah jaring apung sebagai wadah budidaya, juga harus dibersihkan agar tidak berlumut. Sebab bila lumut tersebut dimakan ikan, bisa berisiko terhadap kesehatan ikan itu sendiri.
" Bila beberapa hal itu diabaikan, maka akan beresiko tinggi terhadap kematian ikan. Termasuk juga ukuran berat badan disaat sudah memasuki masa panen. Ini tentu akan menimbulkan kerugian. Makanya saya katakan kalau kegiatan budidaya ikan kerapu ini harus dilakukan secara serius," ingatnya.
Ditambahkan lagi bahwa dalam lah penyediaan bibit ikan kerapu, hingga saat ini masyarakat nelayan Pessel masih mendatangkan dari daerah Situbondo Jawa Timur.
" Karena didatangkan dari luar daerah, sehingga masyarakat nelayan masih mengalami kesulitan. Berdasarkan hal itu, sehingga kami melakukan koordinasi dengan provinsi, dengan tujuan agar pengadaan bibit ini bisa dilakukan di dalam daerah," tutupnya. (05)

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.