Headline News

header-int

Pembangunan Kesehatan Menuju Kabupaten Sejahtera

Jumat, 15 Feb 2019, 06:21:45 WIB - 214 | Ir. Erizon, M.T

Seperti telah diulas dalam tulisan sebelumnya, bahwa masalah kesehatan merupakan hal yang perlu menjadi prioritas dalam pembangunan suatu daerah, baik ditinjau dari sisi ekonomi maupun dari sosial politik. Dimana pun di belahan dunia, ketika penduduknya sehat maka pembangunan akan berjalan dengan baik. Demikian juga kesehatan yang baik akan mendorong stabilitas sosial politik.

Itulah sebabnya, dalam undang-undang Pemerintahan daerah Nomor 23 Tahun 2014, dinyatakan bahwa urusan wajib suatu pemerintahan daerah yang harus dilakukan paling utama antara lain urusan Pendidikan dan Kesehatan. Amanat ini diterjemahkan menjadi salah satu yang harus dicapai dalam visi Terwujudnya masyarakat Yang Mandiri Unggul, Agamais dan Sejahtera. Untuk unggul tentu saja perlu sehat. Dengan sehat dapat mandiri untuk mencapai sejahtera yag berbasis agama.

Bagi Pemerintah daerah tak ada jalan lain, selain berupaya dengan sungguh-sungguh untuk memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna kepada masyarakat. Di Kabupaten Pesisir Selatan, pembangunan kesehatan telah berkembang pesat dalam 3 tahun terakhir. Pelayanan ini dilakukan oleh pemerintah kepada yang kurang mampu melalui Asuransi Kesehatan BPJS, dan bagi yang mampu dengan meningkatkan sosialisasi agar pola hidup sehat harus menjadi hal yang utama dalam kehidupannya. Untuk itu disediakan berbagai sarana dan prasarana oleh pemerintah daerah maupun oleh kalangan swasta.

Rumah Sakit daerah tahun 2018 berjumlah 2 rumah sakit. Satu di Painan sebagai rumah sakit rujukan dan penyangga utama, dan satu lagi di Tapan sebagai penyeimbang pelayanan rujukan kesehatan karena jauhnya jarak dari kecamatan bagian seatan dengan Painan. Tak jauh dari Painan, yakni Sago juga sudah berdiri sebuah rumah sakit swasta, yang dapat menjadi alternative pilihan layanan kesehatan masyarakat.

Rumah sakit Kelas D di Tapan sudah dapat menerima rujukan dari Puskesmas di sekitarnya, yang diharapkan dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi Rumah Sakit kelas C. Dengan demikian, disparitas pelayanan kesehatan masyarakat di kecamatan bagian utara dan kecamatan di bagian selatan tidak ada lagi.

Puskesmas sebagai tempat pelayanan dasar, dan tumpuan masyarakat sekitar untuk berobat penyakit-penyakit yang tidak terlalu berat berjumlah 20 Puskesmas, menyebar di semua kecamatan. Jumlah Puskesmas selama tiga tahun terakhir telah bertambah 3 buah Puskesmas. Beberapa kecamatan bahkan memiliki 2 Puskesmas, yakni Kecamatan Bayang, Koto XI Tarusan, IV Jurai, Batang Kapas dan Lengayang. Sebagian besar sudah merupakan Puskesmas rawat Inap dan terakreditasi. Demikian juga Puskesmas Pembantu di beberapa nagari, sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar yang menjangkau masyarakat di kampung kampung jika mereka tidak dapat datang ke Puskesmas, telah berdiri sebanyak 95 buah PUSTU, dan di nagari juga berdiri sebanyak 668 POSYandu, yang sebagian berubah menjadi Pusat Kesehatan Nagari (Puskesri).

Dari sisi tempat tidur pelayanan, pada tahun 2018, tersedia sebanyak 230 tempat tidur, yakni 50 tempat tidur di Rumah Sakit tapan, dan 180 di Rumah Sakit Umum M. Zein Painan. Jika dibandingkan dengan keadaan tiga tahun sebelumnya, maka terjadi peningkatan jumlah tempat tidur sebanyak 70 tempat tidur atau rata-rata meningkat sekitar 10,75% per tahun, Sedangkan di Puskesmas tersedia 141 tempat tidur, yang berarti meningkat 51 tempat tidur jika dibandingkan dengan jumlah tempat tidur tahun 2015, berarti meningkat rata-rata sebanyak 19,08%.

Peningkatan jumlah rumah sakit dan Puskesmas juga diikuti dengan bertambahnya jumlah Apotik dan Toko Obat. Pada tahun 2018 jumlah Apotik sebanyak 27 buah, yang berarti telah bertambah 13 buah dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya sebanyak 14 buah apotik. Demikian juga toko obat ditahun yang sama tercatat sebanyak 23 buah totko obat. Implikasi dari makin baiknya pelayanan kesehatan dan bertambahnya jumlah Apotik dan toko obat menunjukkan berkembangnya ekonomi masyarakat di nagari nagari, dan makin baiknya kesadaran masyarakat akan layanan kesehatan.

Dengan makin lengkapnya prasarana dan sarana kesehatan, serta makin baiknya mutu pelayanan telah meningkatkan jumah kunjungan, baik di rumah sakit maupun di Puskesmas. Di Rumah Sakit meningkat cukup tinggi. Tahun 2015 jumlah kunjungan rumah sakit hanya sekitar 79.323 kunjungan, meningkat menjadi 96.857 kunjungan tahun 2018, yang berarti meningkat sekitar 17.534 kunjugan atau meningkat rata-rata 7,36 persen per tahun. Sedangkan kunjungan ke Puskesmas dari 358.882 kunjungan tahun 2015 menjadi 1.054.978 kunjungan tahun 2018 atau rata-rata meningkat 64%.

Pustu dan Puskesri di nagari nagari berperan nyata mensosialisasikan pola hidup sehat di tingkat masyarakat nagari dan kampung kampung. Pustu dan Puskesri umumnya ditempati oleh tenaga bidan dan perawat. Kehadiran tenaga bidan dan perawat telah mendorong masyarakat nagari untuk hidup secara baik melalui layanan kesehatan dengan makin sedikitnya masyarakat yang berobat ke dukun dukun tradisional. Dari jumlah ibu ibu yang melahirkan tahun 2013 yang dibantu dukun beranak sebanyak 58 kelahiran, tahun 2018 hanya tinggal sekitar 5 orang. Itu pun di nagari nagari yang belum ada bidan. Jumah kelahiran yang dibantu tenaga kesehatan tahun 2013 sebanyak 8.384 kelahiran meningkat menjadi 8.940 kelahiran ahun 2018.

Dari data-data yang tercatat pada Pesisir Selatan Dalam Angka tahun 2018, penyakit yang paling banyak adalah Penyakit ISPA sebanyak 73.099 kasus, Rematik 26.063, hipertensi 24.526 kasus, penyakit kulit 16.688, diare 10.823 kasus. Data ini memerlihatkan kepada kita tentang kondisi lingkungan, karena jenis penyakit yang dominan tersebut umumnya lebih banyak diakibatkan oleh lingkungan rumah tangga yang perlu ditingkatkan kebersihannya, sanitasi, kebakaran hutan, dan kebiasaan berembun larut malam. Sedangkan hipertensi akibat pola makan yang banyak dipengaruhi santan dan minyak goreng yang berlebihan.

Pembangunan kesehatan yang mulai baik dengan sendirinya meningkatkan Indek Pembagunan Manusia (IPM). Secara nyata dari tahun ke tahun IPM Pesisir Selatan telah meningkat cukup baik. Tahun 2017 IPM daerah ini menjadi 68.74 dan termasuk ke dalam kelompok daerah relative cukup baik, dibandingkan dengan kabupaten kota lainnya di Sumatera Barat. Pesisir Selatan berada pada peringkat 4 di antara kabupaten lainnya, yakni kabupaten Tanah Datar (70,37), Agam (71,10), dan Darmasraya (70,40). Demikian juga dengan angka harapan hidup tahun 2017 memperlihatkan peningkatan yang tinggi di bandingkan 3 tahun terakhir yakni sekitar 70,23. Posisi ini juga menempatkan Pesisir Selatan berada pada kelompok daerah dengan Angka Harapan Hidup tinggi dan berada pada posisi ke tiga setelah Darmasraya (70,44), dan Agam (71,57).

Dengan semakin baiknya pembangunan kesehatan, diharapkan peningkatan jumlah penduduk tidak akan menjadi beban pembangunan, tapi justru akan meningkatkan produktivias ekonomi, sehingga laju pertumbuhan ekonomi terdorong lebih dari 5,4%, seperti halnya China memanfaatkan jumlah penduduk yang besar menjadi potensi ekonomi yang besar pula. Penduduk yang banyak adalah potensi sumberdaya yang besar, sekaligus juga sebagai pangsa pasar yang besar dalam memutar roda perekonomian suatu daerah. Bersambung...

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2019 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube