PESISIR SELATAN — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus memperkuat upaya percepatan penanganan stunting melalui berbagai pendekatan, termasuk pemanfaatan inovasi pangan lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui launching penelitian uji efikasi Bilbahoney yang digelar di wilayah kerja Puskesmas Pasar Baru dan Puskesmas Koto Berapak, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan bertema “Kolaborasi Penelitian dan Inovasi Pangan Lokal Mendukung Zero Stunting” tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Zainal Arifin, Kepala Dinas Kesehatan Agustina Rahmadani, Camat Bayang Hendro Nasti, jajaran puskesmas, wali nagari, tenaga kesehatan, kader serta keluarga balita stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, Agustina Rahmadani, mengatakan penelitian ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan. Menurutnya, potensi pangan lokal perlu terus dikembangkan menjadi alternatif intervensi yang dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi balita.
“Pemanfaatan pangan lokal menjadi salah satu peluang yang dapat kita dorong dalam mendukung penanganan stunting. Namun, tentu harus dilakukan melalui kajian dan penelitian sehingga manfaatnya dapat diketahui secara lebih terukur,” ujar Agustina.
Penelitian dilakukan Tim Peneliti Poltekkes Kemenkes Padang yang diketuai Dr. Eva Yuniritha, SST., M.Biomed., Dietisien. Bilbahoney merupakan inovasi berbahan ikan bilih dan ikan bada yang diolah dalam bentuk madu dan akan diberikan kepada 80 balita stunting, masing-masing 40 balita di wilayah Puskesmas Pasar Baru dan Koto Berapak.
Sekda Pesisir Selatan, Zainal Arifin, mengapresiasi Poltekkes Padang yang menjadikan Pesisir Selatan sebagai lokasi penelitian. Ia menegaskan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan lintas sektor, sekaligus memastikan balita sasaran memperoleh akses jaminan kesehatan.
“Penelitian ini diharapkan tidak berhenti pada proses pengumpulan data, tetapi dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat bagi perencanaan dan kebijakan di tingkat nagari maupun kecamatan,” kata Zainal.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Pesisir Selatan berharap inovasi berbasis potensi pangan lokal dapat memberikan kontribusi nyata terhadap perbaikan gizi balita. Hasil penelitian Bilbahoney nantinya diharapkan menjadi salah satu referensi dalam memperkuat strategi daerah menuju target penurunan stunting dan mewujudkan Pesisir Selatan menuju zero stunting.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.