Pessel Lakukan Percepatan Pembangunan Bidang Kepariwisataan
Painan, 3 Juli 2018--Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dijadikan sebagai kawasan Pedesaan Berbasis Industri Pariwisata (KPBIP).
Penetapan yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Kementrian Desa (Kemendes) Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) itu, bertujuan untuk percepatan pembangunan bidang kepariwisataan, sesuai dengan potensi yang dimiliki.
Konsultan Pendamping Kawasan Pedesaan Direktur Jendral (Dirjen) Pembangunan Kawasan Pedesaan Kemendes PDTT, Darfison mengatakan kepada pesisirselatan.go.id Selasa (3/7) bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah akan terus mendorong percepatan pembangunan di sektor pariwisata di daerah ini.
" Dengan dijadikanya Kecamatan Koto XI Tarusan berdasarkan potensi wisata Mandeh yang dimiliki sebagai lokasi pembangunan kawasan pedesaan berbasis indiustri di Pessel, maka percepatan pembangunan bidang kepariwisataan akan bisa terwujud sebagai mana harapan masyarakat. Saya katakan demikian, sebab melalui program ini, masyarakat pelaku wisata pada kawasan-kawasan yang ditetapkan sebagai lokasi pengembangan, akan mendapat pembinaan dan bimbingan dari Kementrian terkait, Termasuk juga bantuan dalam bentuk sarana dan prasarana penunjang kepariwisataan," ujarnya.
Dengan juga dijadikanya kawasan Wisata Mandeh sebagai kawasan pedesaan prioritas nasional di Kecamatan Koto XI Tarusan, sehingga pemerintah pusat melalui Kemendes PDTT menyalurkan berbagi bentuk bantuan kepada masyarakat pelaku wisata yang tergabung pada Badan Usaha Milik Nagari (Bumnang).
" Bantuan dalam bentuk sarana dan prasarana penunjang pariwisata. Itu sudah dilakukan sejak tahun 2017 lalu," ungkapnya.
Dijelaskanya bahwa bantuan berupa wahana pariwisata seperti speed bood, banana bood, donat bood, aqua play dan lainya itu, disalurkan kepada Bumnag bersama Mandeh Tarusan Jaya pada tahun 2017 lalu.
" Total nilai bantuan yang disalurkan sebesar Rp 960 juta. Itu baru dalam bentuk wahana pariwisata. Sedangkan dalam bentuk mobil bus penumpang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada Bumnang bersama ini, senilai Rp 466 juta pula," ujarnya.
Ditambahkanya bahwa memasuki tahun 2018, Pessel kembali mendapat angin segar sebanyak lima paket bantuan. Bantuan itu akan kembali disalurkan pada nagari-nagari yang ditetapkan sebagai kawasan pedesaan berbasis industri pariwisata tersebut.
" Lima paket bantuan tersebut diantaranya, pembangunan jalan poros antar desa atau nagari senilai Rp 1,6 miliar. Jalan tersebut akan menghubungkan Nagari Kapuah dengan Pulau Karam untuk mendukung pariwisata Batiang Pulau Karam," jelasnya.
Kemudian pembangunan pasar kawasan pedesaan di Nagari Jinang Kampung Pansur Ampang Pulai senilai Rp 750 juta. Pasar tersebut akan berfungsi sebagai pasar untuk menyalurkan produk-produk unggulan di nagari yang dijadikan sebagai kawasan pedesaan berbasis industri pariwisata.
" Termasuk juga pembangunan rumah pajang senilai Rp 350 juta, bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi masyarakat miskin sebesar Rp 350 juta pula, dan pembangunan panggung pertujukan di Nagari Sungai Nyalo senilai Rp 1 miliar pula," katanya.
Lima kegiatan yang sumber dananya berasal dari Kemendes PDTT tersebut, sudah memasuki tahap verifikasi untuk segera dilaksanakan pengerjaanya.
" Saya berharap berbagai program atau kegiatan yang akan dilakukan dengan total nilai mencapai Rp 4,060 miliar ini mendapat dukungan dari masyarakat. Sebab bantuan ini akan memberikan nilai tambah terhadap percepatan pembangunan dan ekonomi masyarakat," tutupnya. (05)

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.