Pesisir Selatan, 19 Desember 2018--Walau potensi pengembangan bawang merah dataran rendah cukup tinggi di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), namun untuk kebutuhan konsumsi masyarakat masih membutuhkan pasokan dari luar daerah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhortbun) Pessel, Jumsu Trisno mengatakan kepada pesisirselatan.go.id Rabu (19/12) bahwa kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap bawang merah di daerah itu mencapai 18.750 ton dalam satu tahun.
Kebutuhan itu berdasarkan asumsi permintaan konsumen setiap satu pekan di masing-masing pasar tradisional.
" Karena Pessel memiliki 50 unit pasar tradisional, maka kebutuhan terhadap bawang merah mencapai 18.750 ton dalam satu tahun. Karena masih belum maksimalnya garapan terhadap tanaman sayuran jenis bawang merah itu, sehingga kekurangan kebutuhan masih hasus dipasok dari luar daerah," katanya.
Diungkapkanya bahwa dari beberapa kali panen yang dilakukan oleh masyaralat petani yang melakukan budidaya bawang merah dataran rendah di Pessel, 1 hektare lahan mampu memproduksi 14 ton.
Berdasarkan potensi itu, sehingga sangat memungkinkan Pessel bisa menjadi pemasok bawang merah di Sumbar. Sebab potensi pengembangan lahan bisa dilakukan hingga 2.500 hektare.
" Potensi lahan seluas 2.500 hektare itu, tersebar di 15 kecamatan yang ada, baik terhadap budidaya bawang merah dataran rendah, maupun dataran tinggi," terangnya. (05)

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.