Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim memotivasi para santri agar berani bermimpi besar dan tidak merasa rendah diri dalam meraih cita-cita.
Menurutnya, santri memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi tokoh penting, pemimpin, maupun profesional di berbagai bidang, asalkan mau belajar, berusaha, dan mempersiapkan diri sejak dini.
Pesan tersebut disampaikan Risnaldi saat memimpin upacara peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Pesisir Selatan di Pondok Pesantren Iqra, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kamis (22/10/2026).
Dalam amanatnya, Risnaldi mengingatkan bahwa masa depan tidak akan datang dengan sendirinya tanpa persiapan dan usaha. Karena itu, para santri harus memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri serta berani menentukan cita-cita yang ingin dicapai.
“Jangan anak-anak merasa kurang dan jangan merasa lemah dibandingkan mereka yang di luar pesantren. Masa depan itu pasti ada. Pertanyaannya, siapa yang akan menjemput dan mengejar masa depan itu? Jawabannya adalah kita sendiri, melalui usaha dan ikhtiar,” ujar Risnaldi di hadapan peserta upacara.
Ia menegaskan, latar belakang pendidikan pesantren bukanlah penghalang bagi seseorang untuk meraih kesuksesan. Sebaliknya, pendidikan agama, pembentukan akhlak, dan kedisiplinan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren dapat menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Risnaldi juga mengajak para santri untuk tidak membatasi impian hanya pada profesi tertentu. Menurutnya, santri memiliki peluang untuk menjadi ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin di tingkat daerah maupun nasional.
Ia bahkan menyampaikan harapannya agar suatu saat muncul santri dari Kabupaten Pesisir Selatan yang mampu menduduki jabatan strategis dalam pemerintahan, termasuk menjadi bupati, gubernur, bahkan presiden dan wakil presiden.
“Bisa jadi hari ini santri-santri yang berada di Kabupaten Pesisir Selatan, nantinya akan menggantikan kepala Kementerian Agama, kepala sekolah, wakil bupati, bupati, gubernur, bahkan jika perlu menjadi presiden dan wakil presiden. Insyaallah,” katanya yang disambut semangat para peserta upacara.
Menurut Risnaldi, tidak seorang pun mengetahui secara pasti bagaimana perjalanan hidup dan masa depan seseorang. Namun, setiap orang memiliki kesempatan untuk berusaha dan memperbaiki diri demi meraih cita-cita yang diinginkan.
Karena itu, ia mengingatkan para santri agar tidak hanya mengandalkan harapan, tetapi juga membuktikannya melalui kesungguhan dalam belajar, memperluas pengetahuan, meningkatkan keterampilan, serta membangun karakter yang baik.
Selain itu, Risnaldi menekankan pentingnya kesiapan santri menghadapi perkembangan teknologi dan digitalisasi yang semakin pesat. Ia mengingatkan bahwa generasi muda yang tidak mempersiapkan diri sejak dini berisiko tertinggal dalam persaingan pada masa mendatang.
Menurutnya, cita-cita besar harus diiringi dengan kemauan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan akhlak mulia yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren.
“Tidak ada ceritanya santri tidak siap menghadapi perkembangan zaman. Seluruh santri, di mana pun pesantrennya, harus siap menghadapi dunia digitalisasi, teknologi, dan perubahan zaman,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Risnaldi juga mengaitkan pentingnya persiapan generasi muda dengan cita-cita Indonesia Emas 2045. Ia mengingatkan bahwa para santri yang saat ini menempuh pendidikan akan menjadi bagian dari generasi yang menentukan arah pembangunan bangsa pada masa mendatang.
Oleh sebab itu, ia berharap para santri di Pesisir Selatan dapat tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berilmu, berakhlak, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.
Peringatan Hari Santri Tahun 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.
Upacara di Pondok Pesantren Iqra tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan, Yufrizal, beserta jajaran, Camat Koto XI Tarusan Nurlaini, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), pimpinan Pondok Pesantren Iqra beserta jajaran, pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Pesisir Selatan, para guru, santri, dan tamu undangan lainnya.
Melalui momentum Hari Santri, Risnaldi berharap para santri semakin yakin terhadap potensi diri, berani mengejar cita-cita, dan terus meningkatkan kualitas diri agar kelak mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.