Headline News

header-int

Pimpin Upacara HGN 2025, Wabup Risnaldi Tegaskan Komitmen Pemerintah untuk Guru dan ASN

Selasa, 25 November 2025, 11:25:50 WIB - 1463 | Kontributor : Afrizal
Pimpin Upacara HGN 2025, Wabup Risnaldi Tegaskan Komitmen Pemerintah untuk Guru dan ASN

Pesisir Selatan — Upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025 di GOR Ilyas Yakub Painan berlangsung khidmat pada Selasa (25/11/2025). 

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para Kepala OPD, pimpinan Bank Nagari Cabang Painan, pimpinan BUMN dan BUMD di Kabupaten Pesisir Selatan, pengurus PGRI Pessel, serta ratusan guru dan siswa dari berbagai sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim menyampaikan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI. 

Wabup menyampaikan bahwa Hari Guru Nasional bukan sekadar peringatan rutin, tetapi momen reflektif untuk kembali menegaskan bahwa guru merupakan fondasi utama pembangun karakter bangsa. 

“Hari ini, 25 November 2025, kita berdiri dalam balutan busana adat yang merefleksikan kebinekaan bangsa. Momentum ini bukan sekadar seremonial, tetapi penegasan kembali atas tugas mulia guru dalam membentuk karakter dan menjaga masa depan Indonesia,” ujarnya.

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa tema besar HGN 2025, “Guru Hebat, Indonesia Kuat,” bukan sekadar slogan, tetapi sebuah hubungan sebab-akibat. Indonesia tidak mungkin menjadi bangsa yang kuat tanpa kehadiran guru-guru hebat yang mengajar dengan hati, menanamkan nilai-nilai Pancasila, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta mampu menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan inspiratif. Guru hebat adalah mereka yang terus berinovasi, berorientasi pada masa depan, sekaligus menjaga kearifan lokal sebagai warisan budaya bangsa.

Selain menyoroti pentingnya peran guru, Menteri melalui Wabup Risnaldi juga menyampaikan kebijakan strategis yang tengah difinalisasi pemerintah pusat, yaitu Sentralisasi Tata Kelola Guru dan Tenaga Kependidikan. 

Kebijakan monumental ini diharapkan menjadi solusi atas beragam persoalan yang selama ini membayangi dunia pendidikan: ketimpangan distribusi guru, ketidakjelasan status guru honorer, hingga keterlambatan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dan Tambahan Penghasilan (Tamsil). 

Melalui sentralisasi, pemerintah pusat akan mengambil alih pengelolaan ASN Guru agar kesejahteraan dapat diberikan secara merata, pembayaran tunjangan tepat waktu, dan distribusi guru lebih adil hingga ke wilayah 3T.

Kebijakan ini juga diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi penyelesaian status guru honorer yang selama bertahun-tahun bergantung pada anggaran pemerintah daerah. Sentralisasi memungkinkan pemetaan kebutuhan guru yang lebih akurat, memastikan setiap sekolah mendapatkan guru kompeten sesuai standar nasional, serta memberikan kepastian karier yang lebih jelas bagi seluruh tenaga pendidik.

Selain kebijakan strategis tersebut, amanat Menteri juga menyinggung berbagai program prioritas Kemendikdasmen tahun 2025. Mulai dari pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, peningkatan mutu pendidikan vokasi dengan memperkuat SMK berbasis industri 4.0, hingga penguatan literasi dan karakter melalui distribusi 1,5 juta buku bacaan bermutu untuk sekolah-sekolah dengan tingkat literasi rendah. 

Pemanfaatan teknologi digital seperti Smartboard dan platform pembelajaran interaktif juga diprioritaskan untuk menghadirkan proses belajar-mengajar yang lebih efektif dan relevan dengan zaman.

Setelah membacakan amanat Menteri, Wabup Risnaldi menambahkan pesan khusus dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. 

Ia menegaskan komitmen Bupati Hendrajoni terhadap peningkatan kesejahteraan guru terutama honorer dan ASN di daerah. 

Ia menyampaikan bahwa bagi guru honorer yang telah lulus PPG namun belum menerima TPG, pemerintah daerah telah mencarikan solusi dan kini tengah menuntaskan prosesnya bersama pemerintah pusat. 

Ia juga memastikan bahwa dalam APBD 2026 yang telah disahkan, TPP ASN tidak mengalami pemotongan sama sekali.
 
“Ini bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menjaga semangat dan stabilitas kinerja ASN,” ucapnya.

Wabup Risnaldi juga memberikan sejumlah pesan moral yang menjadi perhatian penting pemerintah daerah. 

Ia mengajak para guru dan ASN untuk menjalani hidup sederhana, tidak terjebak budaya materialisme dan hedonisme, serta senantiasa bersyukur atas rezeki yang diterima. 

“Jangan sampai nikmat menjadi laknat. Rawatlah keluarga, perhatikan anak-anak, dan jangan melakukan hal-hal yang mencederai profesi guru,” tegas Wabup.

Selain itu, Wabup dengan tegas menyampaikan komitmen Bupati bahwa tidak ada praktik jual beli jabatan di Kabupaten Pesisir Selatan. Ia meminta agar siapa pun yang ditawari jabatan atau dimintai sesuatu terkait posisi tertentu untuk menolak dan segera melaporkannya kepada aparat hukum. 

Jabatan, katanya, adalah amanah, bukan komoditas. Jika diberi amanah, jalankan dengan sebaik-baiknya. Jika tidak mampu, lebih baik mengembalikan amanah tersebut.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN untuk tetap netral dan tidak terlibat politik praktis. Menurutnya, ASN yang berpolitik berisiko merusak karier dan integritasnya. 

“Menang belum tentu dihargai, kalah pun tidak mengubah apa-apa. Lurus saja sebagai ASN,” pesannya. 

Selain itu, Wabup menegaskan agar ASN menjauhi judi online dan narkoba karena keduanya merusak bukan hanya pelaku, tetapi juga keluarga dan masa depan anak-anak.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube