Headline News

header-int

Potensi Produksi Perikanan Laut Pessel Mencapai 100 Ribu Ton Pertahun

Jumat, 14 Desember 2018, 15:02:20 WIB - 287 | Kontributor : Yoni Syafrizal

Pesisir Selatan, 14 Desember 2018--Penggarapan maksimal terhadap potensi produksi perikanan laut yang dimiliki Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), perlu terus ditingkatkan.

Tujuanya agar potensi produksi yang mencapai 100 ribu ton per tahun sebagai mana dimiliki, bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat nelayan. Harapan itu disampaikan, sebab hingga saat ini rata-rata capaian produksinya baru pada kisaran 30 ribu ton per tahun.  

Hal itu disampaikan Bupati Pessel, Hendrajoni kepada pesisirselatan.go.id Jumat (14/12).

" Minimnya ketersediaan sarana tangkap sebagai mana dialami oleh masyarakat nelayan Pessel saat ini, menjadi salah satu penyebab produktivitas mereka rendah. Agar potensi produksi perikanan laut mencapai 100 ribu ton per tahun bisa digarap maksimal, maka produktivitas mereka perlu terus ditingkatkan. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah memalui peningkatan sarana dan prasarana tangkap," katanya.

Dia menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Perikanan Pessel, jumlah perahu dayung atau perahu layar di daerah itu ada sekitar seribu unit.

Sarana tangkap yang masih tergolong tradisional itu, tersebar di 10 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada.

Dijelaskanya bahwa menggunakan perahu dayung atau perahu layar untuk menangkap ikan di laut, sangat menantang dan rawan terhadap keselamatan.

" Sebab nelayan tidak bisa bergerak dengan cepat menghindari cuaca buruk. Beda bila menggunakan perahu motor, mereka bisa bergerak cepat ketika ancaman badai dan gelombang besar datang. Karena bisa bergerak cepat, maka ancaman terhadap resiko keselamatan juga kecil. Demikian juga dengan tingkat produktivitas dan hasil produksi yang didapatkan setiap kali turun melaut," ungkapnya.  

Plt Kepala Dinas Perikanan Pessel, Erlindawati ketika ditanya pesisirselatan.go.id Jumat (14/12) mengakui akibat dari masih banyaknya perahu dayung yang digunakan,  membuat produktivitas para nelayan masih rendah, dengan rata-rata produksi hanya mencapai 29 hingga 31 ribu ton per tahun.

Kondisi itu dikatakanya akibat dari pembangunan perikanan yang memang mengalami masa-masa transisi sejak beberapa tahun terakhir.

" Tapi saat ini Pessel telah berupaya untuk berada pada posisi normal, agar produksi perikanan laut bisa tercapai maksimal menurut potensi tingkat produksi yang dimiliki. Sebab bila dikelaolah secara maksimal, laut Pessel bisa menghasilkan produksi sebesar 100 ribu ton per tahun," terangnya.

Ditambahkanya bahwa saat ini jumlah armada tangkap berupa mesin tonda, kapal payang, dan perahu yang menggunakan mesin lainya ada sebanyak 2.392 unit di Pessel.

" Sedangkan yang masih menggunkan perahu dayung atau layar ada sebanyak 1 ribu unit pula. Kondisi ini jelas berpengaruh terhadap produksi, sebagaimana terlihat di lapangan," jelasnya.

Ditambahkanya bahwa pihaknya memang mentargetkan semua nelayan di daerah itu sudah memiliki perahu dengan menggunakan penggerak dari mesin.

" Upaya itu sudah dilakukan sejak sepuluh tahun lalu hingga saat ini melalui bantuan mesin long tail. Program bantuan terhadap nelayan berupa mesin long tail ini, masih terus berlanjut hingga saat ini. Tujuanya agar semua nelayan Pessel, betul-betul  memiliki perahu yang digerakan oleh mesin  sebagai mana diharapkan," tutupnya. (05)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube