Pesisir Selatan, 24/7/2018--Sering anjloknya harga penjualan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit milik petani di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), disikapi oleh daerah itu melalui pengujian rendemen CPO.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Pessel, Jumsu Trisno melalui Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Pessel, Andri Masri kepada pesisirselatan.go.id mengatakan Selasa (24/7) di Painan bahwa dari hasil uji rendemen CPO terhadap TBS kelapa sawit masyarakat di Pessel, ternyata tidak di bawah standar penetapan harga tingkat provinsi.
Terakhir penetapan harga dengan standar rendeman CPO 21,86 persen, sementara standar CPO di Pessel rata-rata 21,63 persen untuk tanaman clon tenera.
" Angka itu bisa dikatakan di atas rata-rata penetapan harga, sebab rendeman CPO standar yang dibutuhkan pabrik lebih kurang 19 persen," katanya.
Dia mengatakan bahwa uji rendemen CPO kelapa sawit tersebut dilakukan selama empat bulan yang dimulai sejak bulan April hingga Agustus 2018.
" Melalui pengujian itu, sehingga kita menjadi tahu berapa persentase rendemen CPO pada TBS kelapa sawit milik masyarakat.
" Terkait rendahnya harga TBS, mungkin saja karena terlalu banyak persentase pengurangan oleh pabrik dari jenis clon dura. Karena dura memang persentasenya rendah, sekitar 13 persen, bahkan sampai di bawah 10 persen," katanya.
Hal lain juga disebabkan karena masih kurangnya pabrik pengolahan kelapa sawit di Pessel.
" Sebab secara keseluruhan luas kebun kelapa sawit di Pessel ada sekitar 135 ribu hektare. Sementara pabrik hanya ada 3 unit dengan kapasitas olah hanya mampu seluas 36 ribu hektare. Sehingga kelapa sawit milik perusahaan saja tidak terlayani, apa lagi milik masyarakat. Makanya disini berlaku teori ekonomi suplay dan dimant, dimana mereka akan beli kalau mau jual. Kalau tidak bawa saja ke tempat lain. Jadi solusinya hanya melalui pembangunan pabrik," ungkapnya.
Dia menambahkan bahwa dari berbagai persoalan yang dialami tersebut, sehingga langkah yang perlu diambil adalah melakukan pengurangan clon dura dengan kegiatan segregazi (penentuan tanaman clon dura dengan menandai untuk dilakukan rehabilitasi tanaman oleh pemilik kebun), memfungsikan kelembagaan petani, serta mengundang investror untuk berinvestasi membangun pabrik kelapa sawit.
" Saat ini harga TBS kelapa sawit di Pessel di tingkat petani Rp 900, sementara harga penetapan dari provinsi Sumbar per 15 Juli 2018 Rp 1.697,82 sen. Makanya sekali lagi saya tegaskan salah satu solusinya adalah melalui penambahan jumlah pabrik, agar hasil panen perkebunan milik masyarakat bisa tertampung dan dihargai sesuai harga pasar," tutupnya. (05)

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.