PESSEL-- Anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Hadiyon meminta peran Pemkab untuk mengawasi anjloknya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di daerah ini. Sebab, harga TBS ditingkat petani terus mengalami penurunan, meski di daerah lain harganya mengalami kenaikan.
"Di daerah lain harga sawit mencapai Rp1.800, ditempat kita cuma Rp600 inikan luar biasa. Beda harganya mencapai Rp1200. Pemerintah (Pemkab Pessel) berhak mengkritisi kondisi ini (pada pabrik perusahan sawit," sebut Hadiyon Anggota DPRD Pessel dari Fraksi Golkar, Kamis (5/7).
Dia menganggap anjloknya harga TBS kelapa sawit di daerah ini, banyak hal yang mempengaruhi. Selain, tidak terjaminnya kualitas hasil di tingkat petani, juga disebabkan karena adanya monopoli harga dari perusahaan.
"Dinas Pertanian dan Perkebunan kita mengawasilah. Ikut Tangap didalam mengelola perkebunan sawit masyarakat, kalau tidak kerugian masyarakat petani sawit kita akan terus terjadi," jelasnya.
Sebagai wakil rakyat, Hadiyon merasa sedih dengan kondisi harga TBS kelapa sawit yang terus mengalami penurunan. Padahal, jika dibandingkan dengan hasil petani sawit di daerah lain, hasil panen petani hampir dibilang sama.
"Alasannya adalah bibitnya kelas 1 (dari perusahaan), bibit dari petani kita ini entah nomor berapa, kita tidak tahu ini. Padahal sawit ini juga (hasil panen sawit dari Pessel), di bawah ke tempat lain dan bisa laku dengan harga yang tinggi,"terangnya.
Ia meminta kondisi ini, harus segera menjadi perhatian dari pemerintah. Sebab, 60 persen dari petani di Pesisir Selatan bergantung dari hasil sawit. Kalau kondisi ini terus terjadi, ekonomi tingkat petani sawit bisa menjadi lebih buruk karena tidak adanya kestabilan harga.
"Perlu ada kerjasama untuk menyikapi kondisi ini, saya memandang sebagai wakil rakyat. Anjloknya harga sawit hasil segera mendapat solusi, ini tentu peran pemerintah kita,"terangnya.
Pantauan di lapangan, anjloknya harga TBS kelapa sawit di Pesisir Selatan sudah terjadi lama di daerah ini. Terakhir anjloknya harga hasil panen ditingkat petani mencapai Rp400 dari sebelumnya Rp600 sampai Rp800. (08)

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.