Pesisir Selatan, 14/12/2018-- Lembaga Penggiat Lingkungan, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Barat meminta pemerintah daerah dan penegak hukum untuk segera menindak pelaku praktek illegal logging di Kabupaten Pesisir Selatan.
Manager Kampanye dan Advokasi Walhi Sumbar, Yoni Chandra menyampaikan penegakkan hukum terhadap pelaku pembalakkan liar harus dilakulan sepenuh, hati. Sebab, dilakukan setengah hati dan tidak ditangani secara bersama dan serius, penindakan tidak akan terjadi.
Menurutnya, sejauh ini penegakkan hukum terhadap pelaku penebang hutan belum tampak ampuh. Sebab, dari aksi-aksi penangkapan yang telah dilakukan selalu tanpa ada pelaku, padahal penemuan kayu sudah berulang kali terjadi.
"Kami dari pegiat lingkungan tentu wajib mempertanyakannya," sebut Yoni Candra di Padang, Jumat (14/12).
Berdasarkan catatan Walhi Sumbar, di Pesisir Selatan kini terdapat sejumlah kecamatan yang sudah menjadi pusat terhadap praktek penebangan hutan secara liar. Bahkan, sudah tidak rahasia umum lagi, kepetingannya kuat sebagai bisnis pemodal.
"Artinya sudah terkoordinir. Ini sepertinya bukan lagi aksi individu," jelasnya.
Lanjutnya, penegak hukum harus menindaklanjuti laporan masyarakat soal praktek ilegall loging. Jika tidak, upaya perusakan kawasan hutan secara otomatis akan terus bertambah parah.
"Akibatnya, Pesisir Selatan rentan terhadap bencana banjir dan longsor. Tahun ini saja sedikitnya sudah 15 kali terjadi bencana banjir di Pesisir Selatan," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Kerinci Seblat Wilayah III, Sahyudin mengakui, persoalan perusaksan TNKS di Pesisir Selatan memang menjadi perhatian. Selain tingginya tututan ekonomi masyarakat, juga diakibatkan karena kepentingan pemodal.
"21 ribu hektare itu merupakan data estimasi yang terpantau melalui citra satelit kami. Dari luas 260 ribu hektare TNKS yang ada, 21 ribu hektare tersebut sudah terdegredasi," sebut Sahyudin bersama Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni saat meninjau penemuan kayu di Lengayang, Kamis 13 Desember 2018. (08)

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.