Headline News

header-int

Warga Harapkan Keberadaan Sirene Tanda Bahaya Tsunami Agar Ditingkatkan

Kamis, 06 Desember 2018, 14:58:02 WIB - 353 | Kontributor : Yoni Syafrizal

Pesisir Selatan, 4 Desember 2018--Agar deteksi dini bencana gempa yang disertai tsunami pada kawasan yang tergolong rawan cepat diketahui, maka kepada pemerintah melalui pihak terkait agar memperhatikan keberadaan tanda bahaya tsunami.

Salah satu upaya yang musti dilakukan adalah dengan meningkatkan atau menambah keberadaan tanda bahaya berupa sirene tsunami tersebut pada kawasan-kawasan yang tergolong pada zona merah, atau pemukiman padat penduduk di pesisir pantai.

Harapan itu juga disampaikan masyarakat Pesisir Selatan (Pessel) yang memiliki garis pantai mencapai 243,2 kilometer. Sehingga daerah itu tercatat sebagai salah satu daerah rawan dan memiliki banyak pemukiman zona merah tsunami.

Sekretaris daerah kabupaten (Setdakab) Pessel, Erizon mengatakan kepada pesisirselatan.go.id Kamis (6/12) bahwa dari 15 kecamatan yang ada di daerah itu, sebanyak 12  kecamatan berada disepanjang garis pantai. Sebab 12 kecamatatan itu berhadapan langsung dengan teluk Mentawai, sehingga rawan terkena gempa yang berpotensi tsunami.

" Karena rawan, maka pemerintah daerah melalui BPBD, terus berupaya maksimal agar masyarakat yang masuk pada zona merah tsunami ini juga merasa aman, nyaman dan terlindungi. Caranya tentu melalui penyedian sarana penyelamatan berupa jalur evakuasi, shelter, dan tak terkecuali keberadaan serine tsunami," katanya.

Dijelaskan, pasca sembilan tahun bencana gempa melanda Sumbar, beberapa sarana yang sudah dibangun dan dimiliki oleh daerah itu adalah beberapa unit shelter, jalur evakuasi, dan juga beberapa unit serine tsunami.

" Selain shelter-sheltar alami, Pessel juga telah memiliki beberapa unit shelter buatan. Beberapa unit shelter itu ditempatkan pada kecamatan-kecamatan yang tidak memiliki daerah ketinggian seperti Kecamatan Pancungsoal, Sutera, Lenggayang dan Linggo Sari Baganti. Sedangkan satu unit shelter lagi terdapat di kota Painan, tepatnya di kawasan GOR Medan Bapaneh Rawang Painan atau bekas taman makam Pahlawan," jelasnya.

Lebih jauh dijelaskan, sebagai daerah rawan gempa yang diserta tsunami, sehingga kehadiran serine sebagai alat deteksi dini perlu dilakukan pada daerah-daerah padat penduduk yang masuk pada zona merah tsunami.

" Hingga saat ini, Pessel sudah memiliki enam unit serine tanda bahaya tsunami. Enam unit itu dipasang di Kecamatan Linggo Sari Baganti, Ranahpesisir, Batang Kapas, Lenggayang, Koto XI Tarusan, dan Kota Painan," ungkapnya.

Karena peringatan dini tanda bahaya tsunami seperti serine ini sangat besar manfaatnya, sehingga pihaknya akan melakukan penambahan secara bertahap.

" Karena hanya bisa dilakukan secara bertahap, maka penempatanya akan lebih diprioritaskan pada kawasan-kawasan padat penduduk yang masuk pada zona merah tsunami," tutupnya. (05)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube