Headline News

header-int

Waspada Penyakit Pasca Banjir, Dinkes Pessel Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Senin, 01 Desember 2025, 17:26:25 WIB - 680 | Kontributor : Riko Candra
Waspada Penyakit Pasca Banjir, Dinkes Pessel Imbau Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Pesisir Selatan — Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang rawan muncul setelah banjir. Imbauan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Pessel, Agustina Rahmadani, menyusul tingginya genangan air dan kondisi lingkungan lembap di sejumlah wilayah terdampak.

Agustina menjelaskan bahwa pasca banjir, berbagai penyakit dapat dengan mudah menyebar akibat kualitas lingkungan yang menurun dan tercemarnya sumber air bersih. Menurutnya, beberapa penyakit yang sering muncul setelah banjir antara lain infeksi kulit, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, kolera, tifoid, leptospirosis, hingga demam berdarah.

“Genangan air dan sampah yang terbawa banjir menjadi media berkembangnya bakteri, virus, bahkan hewan pembawa penyakit seperti tikus dan nyamuk. Karena itu masyarakat harus benar-benar menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” ujar Agustina.

Ia merinci bahwa penyakit kulit seperti dermatitis jamur atau alergi dapat terjadi akibat paparan air dan sampah banjir. Kondisi udara lembap juga memicu tumbuhnya jamur pada kulit. Gejalanya berupa gatal, kemerahan, dan bintik pada kulit.

Selain itu, penyakit ISPA juga menjadi ancaman serius. Lingkungan yang tidak sehat serta udara yang lembap dapat mempercepat penularan virus melalui droplet, bersin, dan udara. Gejalanya meliputi flu, batuk, demam, serta sesak napas.

Untuk penyakit pencernaan seperti diare, kolera, dan tifoid, penyebab utamanya adalah makanan atau air yang terkontaminasi bakteri. Masyarakat diminta memastikan seluruh makanan yang dikonsumsi benar-benar bersih dan matang. “BAB cair, muntah-muntah, serta demam adalah gejala yang harus segera ditangani di fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Agustina juga mengingatkan bahaya leptospirosis atau penyakit kencing tikus. Penyakit ini menular melalui urine tikus yang mencemari air banjir dan masuk melalui luka terbuka atau selaput lendir. Gejalanya antara lain demam tinggi, nyeri otot, mimisan, hingga mata kuning.

Pada saat yang sama, Dinas Kesehatan juga mewaspadai peningkatan kasus demam berdarah (DBD) akibat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti di lingkungan yang tergenang air. “Setelah banjir biasanya kasus DBD naik. Warga harus menguras, menutup, dan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” katanya.

Untuk mencegah berbagai penyakit tersebut, masyarakat diimbau melakukan sejumlah langkah saat membersihkan rumah pasca banjir. Di antaranya menggunakan air bersih, memakai alat pelindung diri, menyemprotkan disinfektan, mensterilkan peralatan makan dengan air panas, serta membuang makanan yang terkontaminasi.

Agustina berharap imbauan ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat sehingga risiko penularan penyakit pasca banjir dapat ditekan. “Tetap jaga kebersihan, gunakan air bersih, dan segera datang ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala. Pencegahan lebih baik daripada mengobati,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube