Headline News

header-int

Dinas Kesehatan Pessel Terus Gencarkan Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik

Selasa, 02 Juni 2026, 10:29:58 WIB - 21 | Kontributor : Yoni Syafrizal
Dinas Kesehatan Pessel Terus Gencarkan Edukasi Pemilahan Sampah Organik dan Anorganik

PESISIR SELATAN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) melalui jajaran Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, terus menggencarkan edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik. 

 

Kegiatan tersebut juga digelar pakan lalu terhadap pasien dan keluarga pasien yang datang berobat ke UPT Puskesmas Tapan, Kecamatan Basa IV Balai Tapan.

 

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pessel, Agustina Rahmadani, menyampaikan kepada media ini selasa (2/6/2026) bahwa edukasi pemilahan sampah menjadi bagian penting dalam strategi promotif dan preventif kesehatan masyarakat.

 

Menurut Agustina, pengelolaan sampah yang tidak tepat dapat menjadi sumber berbagai penyakit berbasis lingkungan, seperti diare, demam berdarah, hingga infeksi saluran pernapasan.

 

"Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat harus dimulai dari tingkat paling dasar, yakni rumah tangga," katanya.

 

Ia menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Dengan demikian, pengelolaan sampah dapat dilakukan secara lebih efektif dan ramah lingkungan.

 

"Edukasi ini memiliki sasaran utama masyarakat umum, khususnya keluarga sebagai unit terkecil dalam kehidupan sosial. Kami ingin setiap rumah tangga mampu mengelola sampahnya secara mandiri," ujarnya.

 

Ditambahkannya bahwa program tersebut sejalan dengan regulasi nasional terkait pengelolaan sampah dan kesehatan lingkungan, yang menekankan pentingnya pengurangan sampah dari sumber serta penerapan prinsip ekonomi sirkular.

 

Dalam implementasinya, Dinas Kesehatan Pessel mendorong fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif.

 

Ia berharap melalui kegiatan itu, masyarakat tidak hanya memahami pentingnya pemilahan sampah, tetapi juga mampu menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

 

"Kami mengimbau masyarakat agar mulai memilah sampah dari rumah, memanfaatkan sampah organik menjadi kompos, serta menyalurkan sampah anorganik ke bank sampah," tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Tapan, Yanti Novia, mengatakan bahwa pihaknya berperan aktif dalam memberikan edukasi langsung kepada masyarakat, khususnya pasien yang datang berobat.

 

Menurutnya, puskesmas memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan, termasuk dalam upaya perubahan perilaku masyarakat terkait kebersihan lingkungan.

 

"Edukasi ini kami lakukan secara berkelanjutan kepada pasien, sehingga pesan kesehatan dapat langsung diterima dan diterapkan di rumah masing-masing," jelas Yanti.

 

Ia menuturkan, sasaran yang ingin dicapai ke depan adalah terbentuknya perilaku hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat, terutama dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

 

Selain itu, pihaknya juga berupaya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan sampah sebagai sumber ekonomi melalui bank sampah dan pengolahan kompos.

 

Pelaksana Program Kesehatan Lingkungan (Kesling) UPT Puskesmas Tapan, Ronaldi Febrian, menjelaskan bahwa edukasi tersebut dilaksanakan dengan pendekatan sederhana dan mudah dipahami oleh masyarakat.

 

Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (25/5) lalu itu menitikberatkan pada pentingnya pemilahan sampah dari sumber, yakni rumah tangga, sebagai langkah awal pengelolaan sampah yang efektif.

 

Dalam edukasi tersebut, masyarakat diperkenalkan pada klasifikasi sampah menjadi empat jenis utama, yaitu organik, anorganik, residu, dan bahan berbahaya dan beracun (B3).

 

"Sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan dapat diolah menjadi kompos atau pakan maggot, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dan botol bisa didaur ulang melalui bank sampah," terang Ronaldi.

 

Ia menambahkan, pemilahan sampah juga berdampak pada pengurangan volume sampah serta mencegah pencemaran lingkungan yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

 

Selain itu, konsep ekonomi sirkular turut diperkenalkan, di mana sampah anorganik memiliki nilai jual, sementara sampah organik dapat dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi beban lingkungan.

 

Ronaldi berharap edukasi yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat serta mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.

 

"Harapannya, masyarakat tidak hanya paham, tetapi juga mau dan mampu menerapkan pemilahan sampah secara konsisten demi lingkungan yang lebih sehat," tutupnya. 

 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube