Headline News

header-int

ISKADA se-Sumbar Berkumpul di Mandeh, Harneli Mahyeldi Ajak Perkuat Kolaborasi

Senin, 12 Oktober 2026, 11:26:26 WIB - 20 | Kontributor : Afrizal
ISKADA se-Sumbar Berkumpul di Mandeh, Harneli Mahyeldi Ajak Perkuat Kolaborasi

Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sumatera Barat, Harneli Mahyeldi, mengajak seluruh istri kepala daerah dan istri wakil kepala daerah se-Sumatera Barat untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam meningkatkan ketahanan keluarga, kesehatan, kesejahteraan, serta pemberdayaan ekonomi perempuan.

 

Ajakan tersebut disampaikan Harneli saat pertemuan Istri Kepala Daerah (ISKADA) se-Sumatera Barat bersama para pengurus organisasi perempuan di Kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (12/10/2026).

 

Kegiatan itu turut dihadiri oleh Wakil Bupati Pesisir Selatan Risnaldi Ibrahim, Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Barat Detta Vasko, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sumatera Barat, Ketua TP-PKK Pesisir Selatan Lisda Hendrajoni, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Pesisir Selatan Oktarina Risnaldi, Ketua DWP Pesisir Selatan Siska Zainal Arifin, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

 

Dalam sambutannya, Harneli menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir di Kabupaten Pesisir Selatan. Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan organisasi perempuan setempat yang menjadi tuan rumah pertemuan tersebut.

 

Ia berharap kunjungan para istri kepala daerah dan istri wakil kepala daerah beserta pengurus organisasi perempuan itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membawa manfaat bagi masyarakat.

 

“Terima kasih telah hadir. Mudah-mudahan kedatangan kita membawa berkah bagi Pesisir Selatan. Bukan hanya datang hari ini, tetapi ke depan ajak keluarga untuk datang ke Pesisir Selatan,” ujarnya.

 

Menurut Harneli, pertemuan ISKADA menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antardaerah sekaligus meningkatkan sinergi dan kolaborasi organisasi perempuan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

 

Ia menyebutkan, BKOW Sumatera Barat menaungi 61 organisasi, sementara DWP menjadi wadah bagi para istri aparatur sipil negara, termasuk istri kepala dinas. Kekuatan organisasi tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk menjalankan program yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga dan masyarakat.

 

Harneli mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan digitalisasi menghadirkan berbagai tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama. 

 

Karena itu, ia mengajak seluruh organisasi perempuan untuk memperkuat peran dalam menjaga ketahanan keluarga dan membina generasi muda.

 

Ada empat hal yang ditekankan Harneli untuk menjadi perhatian bersama, yakni memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga, mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan, serta memperkuat pendidikan karakter.

 

Pertama, ketahanan keluarga harus menjadi perhatian utama. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan perilaku anak. Ketika kondisi keluarga rapuh, berbagai persoalan dapat muncul, termasuk perceraian dan kurangnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak.

 

Ia mengingatkan para orang tua agar lebih peduli terhadap lingkungan pergaulan anak-anak sehingga mereka terhindar dari pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.

 

“Jalankanlah tugas sebagai seorang istri sebaik-baiknya. Kita harus memberikan perhatian kepada keluarga, karena keluarga merupakan tempat pertama dalam membentuk karakter anak,” pesannya.

 

Kedua, peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Harneli mengajak para anggota organisasi perempuan untuk memperhatikan kesehatan anggota keluarga, terutama anak-anak, serta memastikan kebutuhan gizi terpenuhi melalui penyediaan makanan yang sehat dan seimbang.

 

Ketiga, pemberdayaan ekonomi perempuan. Ia menilai perempuan perlu memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi agar dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.

 

Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan dalam mengelola rumah tangga, tetapi juga dapat mengembangkan potensi dan keterampilan untuk membantu perekonomian keluarga.

 

Keempat, penguatan pendidikan karakter. Harneli menekankan pentingnya menanamkan nilai kesopanan, akhlak mulia, dan kepedulian sosial kepada anak-anak sejak dini.

 

Ia juga menyoroti persoalan sosial, seperti penyalahgunaan narkoba dan perilaku berisiko di kalangan generasi muda, yang membutuhkan kepedulian bersama. Menurutnya, keluarga, organisasi perempuan, dan masyarakat perlu mengambil peran dalam mencegah berbagai persoalan tersebut.

 

“Kalau semua organisasi dan semua orang peduli, kita bisa meminimalisir berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat,” ungkapnya.

 

Harneli berharap pertemuan ISKADA se-Sumatera Barat di Kawasan Mandeh dapat memperkuat komitmen seluruh peserta untuk terus bekerja sama, menyelaraskan program, dan meningkatkan kontribusi organisasi perempuan dalam pembangunan.

 

Melalui sinergi yang semakin kuat, ia berharap organisasi perempuan mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang tangguh, perempuan yang mandiri, serta generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube