PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) resmi membuka seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026.
Pendaftaran dimulai pada 2 Maret hingga 13 Maret 2026 dan diperuntukkan bagi siswa kelas X SMA sederajat se-Kabupaten Pesisir Selatan.
Kepala Badan Kesbangpol Pessel, Marzan, menyampaikan bahwa proses seleksi tahun ini dilaksanakan secara terbuka dan transparan melalui sistem digital yang dikelola oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Sistem tersebut dirancang untuk menjamin objektivitas serta akuntabilitas dalam setiap tahapan seleksi.
Menurut Marzan, seleksi Paskibraka bukan sekadar mencari siswa yang mahir dalam Peraturan Baris Berbaris (PBB), tetapi juga bertujuan membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
“Kita ingin melahirkan putra-putri Pesisir Selatan yang tangguh dan berjiwa nasionalis sebagai bagian dari generasi emas daerah,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, seleksi tahun 2026 tidak membatasi jumlah pendaftar seperti tahun sebelumnya. Namun, seluruh peserta tetap wajib memenuhi persyaratan administrasi, kriteria fisik, serta ketentuan lainnya sesuai pedoman yang berlaku.
Pelaksanaan seleksi ini mengacu pada Surat Edaran Bupati Pesisir Selatan Nomor 200/16/BKPol-PS/2026 tentang Upacara Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Tahun 2026 serta tindak lanjut surat resmi dari BPIP. Dengan dasar tersebut, panitia memastikan seluruh proses berjalan sesuai regulasi dan standar nasional.
Tim seleksi terdiri dari unsur Kesbangpol yang bekerja sama dengan TNI, Polri, Dinas Pendidikan, serta para purna Paskibraka. Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan guna memastikan proses penjaringan berlangsung profesional dan berkualitas.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui aplikasi Transparansi Paskibraka BPIP. Calon peserta diwajibkan membuat akun secara mandiri dan mengunggah dokumen persyaratan yang telah ditentukan. Peserta harus berusia minimal 16 tahun dan maksimal 18 tahun serta berstatus sebagai Warga Negara Indonesia.
Selain itu, peserta wajib memperoleh izin tertulis dari kepala sekolah dan persetujuan orang tua atau wali. Dari sisi akademik, nilai minimal harus berkategori baik serta melampirkan surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari fasilitas kesehatan.
Untuk kriteria fisik, tinggi badan pria ditetapkan 170–180 sentimeter dengan berat 55–75 kilogram. Sementara wanita 165–175 sentimeter dengan berat 50–70 kilogram serta memiliki keterampilan dasar PBB. Panitia juga menetapkan standar penampilan rapi sebagai bagian dari representasi generasi muda daerah dalam upacara kenegaraan.
Tahapan seleksi administrasi berlangsung hingga 13 Maret 2026. Peserta yang dinyatakan lolos akan mengikuti seleksi tingkat kabupaten pada 6–8 April 2026 di GOR Zaini Zein Painan. Marzan berharap seluruh sekolah dapat memberikan dukungan penuh dengan merekomendasikan siswa terbaiknya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pengibaran Sang Merah Putih pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar seremoni, melainkan simbol penghormatan kepada para pahlawan serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kesbangpol Pessel pun menargetkan agar tahun ini kembali ada perwakilan daerah yang mampu menembus seleksi tingkat nasional.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.