PESISIR SELATAN – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesisir Selatan, Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.Tr., menginginkan gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk keluarga yang berada di pelosok nagari.
Menurut Lisda, PKK memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah karena bersentuhan langsung dengan kehidupan keluarga. Melalui berbagai program pemberdayaan, PKK diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat dari lingkungan terkecil.
Hal itu disampaikan Lisda Hendrajoni di Painan, Selasa (4/11/2026). Ia menegaskan bahwa keberadaan PKK tidak boleh hanya terlihat dalam kegiatan organisasi, tetapi harus diwujudkan melalui gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"PKK harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Kita ingin seluruh keluarga, baik yang berada di pusat kecamatan maupun di pelosok nagari, dapat merasakan manfaat dari program-program PKK," ujarnya.
Ia mengatakan, keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat, mandiri, berpendidikan, dan sejahtera. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga perlu menjadi perhatian bersama.
Lisda juga mengingatkan bahwa keberhasilan gerakan PKK tidak hanya ditentukan oleh pengurus kabupaten, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif pengurus kecamatan, nagari, dasawisma, serta seluruh kader yang berada di tengah masyarakat.
Menurutnya, kader PKK memiliki posisi penting karena menjadi penghubung antara program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat. Mereka diharapkan mampu mengenali berbagai persoalan keluarga sekaligus membantu mendorong penyelesaiannya melalui kegiatan pemberdayaan.
"Para kader adalah ujung tombak gerakan PKK. Mereka yang paling dekat dengan masyarakat dan mengetahui kondisi keluarga di lingkungannya. Karena itu, semangat dan kepedulian kader harus terus diperkuat," katanya.
Lebih lanjut, Lisda menekankan bahwa sepuluh program pokok PKK harus dilaksanakan secara terarah dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Program tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, pangan, sandang, perumahan, tata laksana rumah tangga, hingga pengembangan kehidupan berkoperasi.
Ia menilai, berbagai persoalan keluarga seperti kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, pendidikan anak, penguatan ekonomi rumah tangga, serta kebersihan lingkungan membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Dalam bidang kesehatan, misalnya, keluarga perlu memiliki kesadaran untuk menjaga pola hidup sehat, memperhatikan asupan gizi, serta memanfaatkan pelayanan posyandu. Upaya tersebut penting untuk mendukung tumbuh kembang anak dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Di bidang ekonomi, Lisda juga mendorong agar gerakan PKK dapat membuka ruang bagi perempuan untuk mengembangkan keterampilan dan potensi usaha. Dengan demikian, perempuan tidak hanya berperan dalam mengelola rumah tangga, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga.
"Perempuan memiliki potensi besar untuk membantu memperkuat ekonomi keluarga. Kita ingin kader dan anggota PKK terus mengembangkan keterampilan, memanfaatkan potensi lokal, serta membangun usaha produktif sesuai kemampuan masing-masing," ungkapnya.
Selain itu, Lisda menilai pendidikan keluarga dan literasi juga perlu mendapatkan perhatian. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter anak, menanamkan nilai-nilai kebaikan, serta mendampingi anak menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi.
Ia berharap gerakan PKK dapat menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai potensi masyarakat, mulai dari kader kesehatan, pendidik, pelaku UMKM, hingga pemerintah nagari.
Menurut Lisda, program pemberdayaan akan lebih efektif apabila disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing nagari. Setiap wilayah memiliki karakteristik serta persoalan yang berbeda sehingga pelaksanaan program tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan seragam.
"Yang kita harapkan bukan sekadar banyaknya kegiatan, tetapi bagaimana kegiatan tersebut benar-benar memberikan perubahan bagi keluarga. PKK harus bekerja dengan hati, hadir dengan kepedulian, dan memberikan manfaat yang bisa dirasakan masyarakat," tegasnya.
Ia mengajak seluruh jajaran TP-PKK mulai dari tingkat kabupaten hingga nagari untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kreativitas, dan menjaga semangat pengabdian.
Lisda berharap gerakan PKK di Kabupaten Pesisir Selatan semakin berkembang sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baginya, pembangunan keluarga tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan kerja bersama, kepedulian, serta komitmen berkelanjutan agar setiap keluarga memiliki kesempatan untuk tumbuh lebih sehat, mandiri, dan sejahtera.
"Kalau keluarga kita kuat, masyarakat juga akan kuat. Dari keluarga yang berkualitas inilah kita membangun masa depan Pesisir Selatan yang lebih baik," tutupnya.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.