
Di tengah derasnya arus informasi digital yang makin sulit dibendung, peran Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) menjadi semakin strategis. Mereka bukan hanya agen penyampai informasi dari pemerintah ke masyarakat, tetapi juga benteng pertama penangkal hoaks yang dapat merusak ketenangan publik. Pesan itu kembali ditegaskan oleh Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya, dalam pembukaan KIMFest Nasional 2025 di Kota Tangerang.
Menurut Fifi, KIM adalah garda terdepan dalam memproduksi dan menyebarkan informasi yang akurat serta relevan bagi masyarakat. “Teman-teman KIM bukan hanya mengabarkan kearifan lokal atau menjelaskan program pemerintah. Mereka juga sering menjadi tempat masyarakat ‘curhat’ tentang isu-isu yang perlu dikonfirmasi,” tegasnya. Di era ketika hoaks menyebar lebih cepat dibanding informasi resmi, kehadiran KIM menjadi sangat krusial.
Pesan nasional itu memiliki makna khusus bagi Kabupaten Pesisir Selatan. Di daerah ini, kiprah KIM tidak hanya sebatas mendukung penyebaran informasi, tetapi telah menunjukkan kualitas dan daya saing di level nasional. Hal itu terbukti dari prestasi dua website KIM nagari pada Festival KIM 2025, sebuah ajang tahunan yang mempertemukan ribuan penggerak informasi akar rumput dari seluruh Indonesia.
Salah satu pencapaian terbesar tahun ini datang dari KOMPASNAGARI.KIM.ID milik Nagari Amping Parak. Website ini berhasil meraih Juara I Nasional Lomba Penulisan Artikel, menyisihkan lebih dari 4.000 website KIM yang terdaftar di bawah Kemkomdigi dari berbagai daerah.
Haridman, pimpinan KOMPASNAGARI.KIM.ID, mengaku bahwa keterlibatan mereka pada festival tahun ini sepenuhnya dilakukan secara daring. “Kami tidak bisa hadir langsung di Tangerang, tetapi tetap mengikuti seluruh rangkaian perlombaan,” katanya. Ia memilih topik Koperasi Desa Merah Putih, salah satu dari tiga topik lomba nasional yang disediakan panitia. Menurutnya, pilihan tema itu bukan tanpa alasan.
“Di nagari kami sudah terbentuk KDMP, jadi kami merasa tema itu paling relevan untuk kami angkat,” jelasnya. Ketika hasil penjurian diumumkan secara live di platform resmi Kemkomdigi, nama KOMPASNAGARI.KIM.ID disebut sebagai juara pertama. “Alhamdulillah Amping Parak bisa juara nasional,” ungkap Haridman dengan rasa haru.
Prestasi ini tak sekadar menunjukkan kemampuan menulis, tetapi juga menandai kapasitas KIM nagari dalam membaca isu, merangkainya menjadi narasi yang kuat, dan menghadirkannya dalam konten yang informatif dan berkualitas.
Selain KOMPASNAGARI, Pesisir Selatan kembali menorehkan kebanggaan melalui MIMBARNAGARI.KIM.ID, yang dipimpin Riko. Website ini berhasil masuk 20 Besar Nasional Lomba Penulisan Artikel. Bagi Riko, pencapaian tersebut merupakan kejutan, sekaligus dorongan untuk terus meningkatkan kualitas konten.
“Sebagai website baru di Kemkomdigi, saya merasa senang karena bisa masuk 20 besar. Ini memotivasi kami untuk terus belajar dan berkembang,” kata Riko. Prestasi ini menguatkan bahwa Pesisir Selatan bukan sekadar ikut berpartisipasi, tetapi mampu bersaing dan menonjol di tengah kompetisi ribuan KIM lainnya.
Kemkomdigi mencatat bahwa lebih dari 229 juta masyarakat Indonesia telah menggunakan internet angka yang mencerminkan peluang sekaligus tantangan besar. Di satu sisi, ruang digital membuka akses luas bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi. Namun di sisi lain, kecepatan peredaran hoaks meningkat drastis.
Inilah yang membuat peran KIM semakin vital. Dengan keberadaan mereka di tingkat nagari, informasi yang benar dapat menyebar lebih dekat ke masyarakat, mempersempit ruang hoaks, dan mendorong budaya klarifikasi. KIM juga menjadi penggerak penyebaran kearifan lokal, menjaga agar identitas daerah tetap hadir di tengah dominasi konten berorientasi global.
Festival KIM 2025 menjadi momentum memperkuat peran ini. Selain perlombaan, festival menghadirkan rangkaian kegiatan edukatif: pelatihan pembuatan konten media sosial, diskusi tentang komunikasi publik efektif, talkshow digital parenting, hingga pameran UMKM dan seni budaya. Semua dirancang untuk memastikan KIM mampu beradaptasi dengan kebutuhan komunikasi modern.
Keberhasilan dua KIM nagari dari Pesisir Selatan membuktikan bahwa daerah ini memiliki sumber daya informasi yang kuat dan terus berkembang. Prestasi tersebut juga memberikan pesan bahwa ketika komunitas informasi diberi ruang, dukungan, dan pelatihan yang tepat, mereka bisa bersinar di panggung nasional.
Lebih dari itu, kontribusi KIM Pesisir Selatan menunjukkan bahwa penangkal hoaks tidak selalu datang dari pusat—justru dimulai dari desa dan nagari, tempat masyarakat sehari-hari mencari informasi yang bisa dipercaya. Dalam konteks itu, Pesisir Selatan tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut menjadi bagian penting dari upaya nasional menjaga kesehatan ruang digital.
Prestasi ini menjadi energi baru bagi seluruh KIM di Pesisir Selatan untuk terus bergerak, menjaga akurasi, memperkuat literasi digital, dan tetap setia pada misi: menghadirkan informasi yang benar, bermanfaat, dan membangun.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.