PESISIR SELATAN – Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam menjemput bola ke tingkat pusat demi percepatan pembangunan daerah. Melalui rangkaian kunjungan kerja dan lobi intensif ke Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu) Republik Indonesia, Bupati Hendrajoni sukses mengamankan alokasi anggaran pembangunan infrastruktur vital bernilai fantastis untuk kemajuan Kabupaten Pesisir Selatan pada Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan data resmi hasil kunjungan tersebut, kucuran dana pusat mengalir deras melalui berbagai direktorat jenderal di Kemenpu, menyasar sektor pengairan, pengamanan pantai, konektivitas jalan, hingga fasilitas pendidikan dasar.
Di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Pemkab Pessel berhasil meloloskan usulan pembenahan infrastruktur pengairan pertanian demi menjaga ketahanan pangan daerah. Dari total 114 usulan Jaringan Irigasi yang diajukan Dinas PUPR Pessel, sebanyak 8 Daerah Irigasi (DI) strategis resmi disetujui dengan total anggaran mencapai Rp17,5 Miliar.
Anggaran tersebut dibagi ke dalam dua klaster penanganan utama:
5 Jaringan Daerah Irigasi (DI): Meliputi DI Kubang Kapujan di Kecamatan Bayang (Rp4,81 M), DI Limau Gadang di Kecamatan IV Jurai (Rp1,67 M), DI Sungai Kuyung di Kecamatan Pancung Soal (Rp2,68 M), DI Aia Jambak Sungai Liku di Kecamatan Ranah Pesisir (Rp1,87 M), dan DI Sawah Rumah Gadang di Kecamatan Koto XI Tarusan (Rp0,67 M).
3 Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT): Masing-masing dialokasikan sebesar Rp1,94 Miliar yang tersebar di JIAT Nagari Sungai Tunu (Kecamatan Ranah Pesisir), JIAT Nagari Salido (Kecamatan IV Jurai), dan JIAT Nagari Padang Tandikat (Kecamatan Linggo Sari Baganti).
Selain itu, sebanyak 92 Daerah Irigasi berkode tanda bintang juga dipersiapkan untuk langsung dikerjakan begitu anggaran tambahan senilai kurang lebih Rp108 Miliar diturunkan secara bertahap sesuai skala prioritas.
Menyikapi kerentanan geografis Pesisir Selatan terhadap bencana hidrometeorologi, lobi Bupati Hendrajoni juga memprioritaskan keselamatan warga dari ancaman banjir dan abrasi. Kemenpu menyetujui anggaran sebesar Rp42 Miliaruntuk normalisasi dan penguatan tebing di 8 aliran sungai besar. Porsi terbesar difokuskan pada Batang Tarusan (Rp11,6 M) dan Batang Bayang (Rp11,6 M), diikuti Batang Taratak Tampatih (Rp7,95 M), Batang Salido (Rp7,22 M), Batang Palangai (Rp6,84 M), Batang Lumpo (Rp1,87 M), Batang Lengayang (Rp1,61 M), dan Batang Lakitan (Rp0,73 M).
Tidak kalah krusial, proposal penanganan tanggap darurat untuk 5 titik abrasi pantai yang berstatus sangat kritis juga berhasil mendapat atensi khusus dari Direktur Jenderal Sumber Daya Air melalui Sekretaris Dirjen untuk diteruskan langsung kepada Menteri PU. Rencana proyek dengan total usulan mencapai Rp180 Miliar ini menyasar kawasan Pantai Sago, Pantai Muara Api-Api, Pantai Surantih, Pantai Muaro Bantiang Tarusan, dan Pantai Pasir Pelangai.
Di sektor konektivitas wilayah, setelah pada tahun 2025 Pesisir Selatan sempat absen mendapatkan dana Inpres Jalan Daerah (IJD), tahun 2026 ini Bupati Hendrajoni sukses mengamankan komitmen pusat sebesar Rp18 Miliar dari total usulan Rp76 Miliar. Dana tersebut dialokasikan langsung untuk proyek Rehabilitasi dan Peningkatan Jalan Simpang Ampek Transad – Lubuk Sapek di Kecamatan Pancung Soal.
Lompatan besar lainnya terjadi di sektor pendidikan. Melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, pusat menggelontorkan anggaran luar biasa mencapai kurang lebih Rp260 Miliar untuk program Pembangunan Sekolah Rakyat se-Pesisir Selatan. Ditambah dengan sisa penuntasan proyek Tahap III pada bulan Oktober 2026 nanti, total dana siap serap yang segera mengalir ke daerah mencapai Rp77 Miliar.
Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya kepada jajaran kementerian pusat atas kepercayaan besar yang diberikan kepada Kabupaten Pesisir Selatan.
"Membangun Pesisir Selatan dengan garis pantai sepanjang ini dan tantangan infrastruktur yang besar tidak akan pernah cukup kalau hanya mengandalkan APBD kita yang kecil. Kuncinya adalah komunikasi aktif, kita siapkan datanya, kita bawa proposalnya, dan kita yakinkan langsung para Dirjen hingga Pak Menteri di Jakarta. Alhamdulillah, ketukan pintu kita di Kemenpu membuahkan hasil nyata. Ratusan miliar rupiah anggaran pusat siap diturunkan untuk membangun kampung halaman kita," ungkap Hendrajoni dengan penuh optimisme.
Ia pun berpesan agar seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) teknis segera mempersiapkan segala aspek administratif dan teknis lapangan agar pengerjaan proyek bisa berjalan tanpa kendala.
"Dinas PUPR dan dinas terkait harus mengawal penuh komitmen ini. Pastikan semua persyaratan bahan, kelengkapan teknis, dan administrasi selesai sebelum batas waktu Juni ini. Pembangunan jalan di Pancung Soal, normalisasi delapan sungai, perbaikan irigasi petani, hingga program ratusan miliar untuk Sekolah Rakyat harus dikerjakan dengan mutu terbaik, transparan, dan tepat waktu. Ini semua demi meningkatkan ekonomi masyarakat, melindungi warga dari bencana, dan menjamin fasilitas terbaik untuk masa depan anak-cucu kita," tegas Bupati Hendrajoni.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.