PESISIR SELATAN — Memperkuat ketahanan keluarga dan pola pengasuhan anak di era transformasi digital, perhelatan Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) Keluarga digelar secara khidmat di Painan Convention Center (PCC), Kamis (05/11/2026).
Agenda edukasi keluarga ini mengusung tema bernas "Pendampingan Orang Tua Tangguh, Remaja Hebat: Sinergi Keluarga dan Madrasah Menyiapkan Generasi Berkarakter, Cerdas Digital, dan Siap Masa Depan".
Kegiatan ini diselenggarakan atas kerja sama strategis antara Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Hadir secara langsung bertindak sebagai narasumber utama, Anggota DPR RI Komisi VIII Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Barat 1, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr.
Perhelatan NGOPI Keluarga ini disambut dengan antusiasme yang sangat tinggi hingga memadati aula gedung, dihadiri oleh ratusan pasangan keluarga dan para orang tua dari berbagai wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan.
Selain Lisda Hendrajoni, forum diskusi ini juga menghadirkan akademisi kenamaan, Adnan Arafani, M.Ed.,Ph.D., sebagai narasumber di bidang pendidikan digital.
Perspektif nilai-nilai kearifan lokal dan adat Minangkabau dalam pengasuhan anak turut dipaparkan oleh narasumber Bundo Kanduang Pesisir Selatan, Yuni Darmi, S.Pd.
Dalam pemaparannya di hadapan ratusan keluarga yang hadir, Lisda Hendrajoni mengulas secara mendalam dinamika tantangan menjadi orang tua di era modern saat ini.
Lisda mengungkapkan sebuah realitas mendasar bahwa proses menjadi orang tua merupakan perjalanan belajar yang terus menerus tanpa adanya pendidikan formal khusus.
"Sekolah untuk menjadi orang tua itu tidak ada, kita belajar menjadi orang tua secara otodidak. Oleh karena itu, kita harus terus membuka diri untuk belajar, meningkatkan literasi pengasuhan, serta memperkuat komunikasi yang harmonis di dalam rumah tangga," tegas Lisda Hendrajoni.
Ia menambahkan bahwa peran keluarga dan rumah tangga merupakan madrasah pertama dan utama bagi anak sebelum mereka bersentuhan dengan lingkungan sekolah maupun dunia luar.
Oleh sebab itu, sinergi yang kokoh antara orang tua di rumah dengan jajaran pendidik di madrasah menjadi kunci utama dalam memproteksi remaja dari dampak negatif era digital.
Sementara itu, Adnan Arafani memaparkan materi mengenai langkah-langkah praktis pendampingan anak dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman, dan produktif.
Dari sudut pandang adat dan budaya lokal, Bundo Kanduang Pesisir Selatan, Yuni Darmi, S.Pd., menekankan pentingnya menanamkan kembali nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dalam benteng keluarga.
Inisiasi kolaboratif antara UIN Imam Bonjol Padang, DPR RI, dan Kemenag RI ini diharapkan mampu melahirkan keluarga-keluarga yang tangguh di Pesisir Selatan guna mencetak generasi muda yang cerdas secara intelektual, mahir teknologi, serta berakhlak mulia.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.