Headline News

header-int

Mengenang Sejarah Mencatat Merah Putih Diabad XII Telah Berkibar

Rabu, 21 Agustus 2019, 15:20:07 WIB - 4825 | Kontributor :
Mengenang Sejarah Mencatat Merah Putih Diabad XII Telah Berkibar

Pesisir Selatan

Sejarah mencatat, ratusan tahun sebelum bendera Merah Putih berkibar di atas Hotel Yamato, sang saka sudah berkibar di bumi pertiwi pada 1292. Bendera itu dikibarkan tentara Jayakatwang ketika berperang melawan kekuasaan Kertanegara dari Singosari pada 1222-1292. 

 

Mpu Prapanca dalam kitab legendarisnya Negara Kertagama, pernah menuliskan bendera berwarna merah dan putih digunakan dalam upacara peruaan hari besar keagamaan selama pemerintahan Hayam Wuruk, warna merah dan putih merupakan warna yang dimuliakan dalam budaya Kerajaan Majapahit. 

 

Pada 1922 Indische Vereeniging atau Perhimpunan Indonesia mengibarkan bendera Merah Putih di negeri Belanda dengan kepala banteng di tengah-tengahnya, Hal itu berkenaan dengan majalah yang akan di terbitkan waktu itu. Majalah berjudul Indonesia Merdeka yang membuat kaum kolonial panik, anak jajahan mulai bangkit. 

 

Pada 1945, menjelang proklamasi kemerdekaan Indonesia, lembaran kain merah putih telah siap dikibarkan, dijahit oleh Ibu Fatmawati yang merupakan ibu negara pertama, bahan bendera berupa kain wool yang didatangkan langsung dari Eropa.

 

Sang Saka Merah Putih menjadi simbol penting dalam prosesi Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejak itu, setiap tahunnya bendera jahitan Ibu Fatmawati dikibarkan untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. Namun, karena semakin lapuk dan menghindari kerusakan yang parah, mulai 1969, bendera yang dikibarkan adalah bendera duplikat yang terbuat dari sutra.

 

Selama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih berdiri, selama itu pula bendera Merah Putih bakal terus berkibar di bumi pertiwi. 

 

Ribuan pemuda rela mati demi mengibarkan dua warna di puncak Hotel Yamato atau Hotel Majapahit pada saat itu, demikian pula Presiden pertama RI, Ir Soekarno, bahkan membuat pleidoi berjudul "Indonesia Menggugat" ketika diadili di Landraad, Bandung, Bung Hatta menggugah dunia dengan pemikirannya dalam "Indonesia Vrij" - Indonesia Merdeka, yang dibacakan di depan pengadilan Belanda.

 

Demi berkibarnya sang dwi warna, di ujung tiang tertinggi tanpa embel-embel warna biru, Simbol kolonial. Memang perjuangan membutuhkan waktu yang tak singkat, Tapi impian itu tercapai juga, Indonesia akhirnya merdeka. Sang Saka pun berkibar dengan gagah dan perkasa  tampa ada yang menggangu. Selamat Dirgahayu RI Ke 74. MERDEKA.

 

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube