PESISIR SELATAN -- Upaya pelestarian dan pengembangan Sapi Pesisir kembali menjadi perhatian berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bersama akademisi Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand) menggelar pertemuan membahas strategi pengembangan ternak lokal tersebut di Ruang Rapat Bupati Pesisir Selatan, Rabu (3/6).
Pertemuan itu menghadirkan pakar peternakan Prof. James Hellyward beserta civitas akademika Fakultas Peternakan Unand dan Staf Ahli DPRD Provinsi Sumatera Barat. Hadir pula Wakil Bupati Pesisir Selatan, Dr. H. Risnaldi Ibrahim, serta Plt Kepala Dinas Pertanian Hamdi, S.Pt., M.Si.
Dalam paparannya, Prof. James Hellyward mengungkapkan bahwa populasi Sapi Pesisir dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena Sapi Pesisir merupakan plasma nutfah asli Sumatera Barat yang memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai konservasi.
Menurutnya, langkah nyata perlu segera dilakukan agar keberadaan ternak lokal tersebut tetap terjaga dan mampu berkembang secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang diusulkan adalah pembangunan pusat pengembangan Sapi Pesisir melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, pusat pengembangan tersebut membutuhkan lahan minimal seluas lima hektare. Kawasan itu nantinya dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, mulai dari kandang pembibitan, tempat pengolahan pakan, padang penggembalaan, klinik kesehatan hewan, hingga unit pengolahan kompos.
Selain itu, kawasan pengembangan juga dirancang memiliki rumah potong hewan dan industri pengolahan hasil ternak sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi peternak dan masyarakat sekitar.
Melalui fasilitas yang lengkap, pengembangan Sapi Pesisir tidak hanya berfokus pada peningkatan populasi, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat sektor ekonomi peternakan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Dalam diskusi tersebut, para peserta menyepakati pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam menyiapkan lahan sebagai langkah awal merealisasikan pusat pengembangan Sapi Pesisir. Dukungan itu dinilai menjadi syarat utama untuk mengajukan program ke pemerintah pusat.
Selain penyediaan lahan, pemerintah daerah juga diharapkan menyiapkan proposal yang akan diajukan kepada Kementerian Pertanian guna mendapatkan dukungan pendanaan dan program pengembangan.
Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan akademisi dan pakar peternakan. Ia menilai Sapi Pesisir merupakan aset daerah yang harus dijaga keberlanjutannya sebagai bagian dari identitas dan potensi ekonomi masyarakat.
Untuk mempercepat realisasi program tersebut, pertemuan juga merekomendasikan pembentukan tim kerja yang melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan terkait guna menyiapkan seluruh kebutuhan teknis dan administrasi pengembangan pusat Sapi Pesisir di Kabupaten Pesisir Selatan.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.