Headline News

header-int

Pessel Gelar Parade Tikuluak Antar Nagari, Yusmardi Dt Mandaro Jambak: Kami Sangat Apresiasi

Kamis, 13 Des 2018, 05:21:25 WIB - 88 | Okis Mardiansyah
Pessel Gelar Parade Tikuluak Antar Nagari, Yusmardi Dt Mandaro Jambak: Kami Sangat Apresiasi

Pesisir Selatan - Ketua I Kerapatan Adat Nagari (KAN), Koto Berapak Bayang, Yusmardi Dt Mandaro Kayo dari suku Jambak, menyambut positif perlombaan Parade Tikuluak antar nagari adat se Kabupaten Pesisir Selatan, yang digagas oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga. Sebab, kata dia, kegiatan itu seakan membangkitkan kembali budaya lama yang hampir tergerus zaman, yakni tikuluak dan makan bajamba. 

"Pakaian bundo kanduang berupa tikuluak itu, mengandung makna yang sangat dalam. Misalnya tikuluak bagonjong duo yang artinya bundo kanduang tersebut memiliki sikap yang arif dan bijaksana serta peranannya sangat penting dalam rumah gadang," ucapnya.

Ia mengatakan, perlombaan tersebut selain mengangkat potensi wisata daerah, maka diharapkan berdampak baik pula kepada generasi muda sebagai harapan bangsa tentang pengetahuan dan makna yang terkandung dalam pakaian bundo kanduang. 

"Pakaian bundo kanduang meliputi, tikuluak, baju kuruang, kodek, salempang, kaluang, gelang, cincin dan sendal. Semua mengandung makna. Bak kato urang minang, bahati lapang bapaham salasai, artinya beliau memiliki sosok yang lemah lembut sebagaimana kodratnya seorang wanita. Bahkan secara kasat mata, bundo kanduang terlihat seperti tak mampu menyakiti siapapun. Dalam hal ini diartikan sebagai aturan yang bisa menghancurkan sesuatu yang keras," ujarnya.

Menurut Yusmardi, sesuai filsafat adat minangkabau, bundo kanduang juga diibaratkan, bajalan si ganjua alai, pado pai suruik nan labiah, samuik tapijak indak mati, alua tataruang patah tigo, tibo di lasuang ramuak rampak.

"Artinya, beliau berjalan berdasarkan aturan dan etika yang menunjukkan lemah lembut dan keagungan sebagaimana kodratnya seorang manusia," tuturnya.

Sementara itu, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Pessel, pada 17 Desember 2018 mendatang, bakal mengadakan perlombaan Parade Tikuluak antar nagari adat se Kabupaten Pesisir Selatan, bertempat di Pantai Muaro Bantiang, Nagari Pulau Karam Ampang Pulai, Kecamatan Koto XI Tarusan.

Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Pessel, Mawardi Roska, menyebutkan, perlombaan itu bertujuan, untuk membudayakan kembali pemakaian Tikuluak bagi kaum perempuan minang dengan berbagai variasi yang sesuai dengan ABS-SBK.

"Selain itu, untuk membudayakan kembali iduik banagari dimana peran tali tigo sapilin yakni peran tungku tigo sajarangan yang meliputi unsur adat, alim ulama dan bundo kanduang sangat perlu dalam menjaga adat dan menata kehidupan anak nagari," katanya di Painan. Rabu, (12/12).

Ia menjelaskan, kegiatan itu juga untuk mempromosikan objek wisata yang ada di Pantai Muaro Bantiang, Kecamatan Koto XI Tarusan. Dengan digelarnya event yang mengangkat potensi budaya tersebut, maka diharapkan sebagai daya tarik bagi pengunjung.

"Kegiatan ini adalah perdana kami gelar di Pessel. Jadi, ada tiga kategori yang bakal diperlombakan nantinya, yakni tikuluak, makan bajamba dan musyawarah nagari," ucapnya.

Menurut dia, perlombaan tersebut juga merujuk kepada UU no 6 tahun 2014 tentang desa untuk memberi ruang tentang desa dan adat. Serta diperkuat dengan Perda Pemprov Sumbar no 7 tahun 2018 tentang nagari, Perda Pemkab Pessel no 2 tahun 2015 tentang rencana induk pembangunan kepariwisataan dan Perda Pemkab Pessel nomor 8 tahun 2007 tentang nagari serta Perda no 9 tahun 2017 tentang APBD Pessel tahun 2018.

"Secara keseluruhan peserta yang ikut adalah sebanyak 37 orang. Nantinya dari masing masing nagari adat dibagi per 10 orang, terdiri bundo kanduang 5 orang dan 5 orang lagi dari ketua KAN, ulama nagari, wali nagari, dan unsur adat," tuturnya. 

Ia menambahkan, adapun perlengkapan yang disediakan panitia untuk peserta adalah, tikuluak (bahan tikuluak 2 buah per nagari), tikuluak kekinian (siap pakai) 3 buah per nagari. Selain itu, dana untuk menu makan bajamba Rp1 juta per nagari (menu dibuat pada nagari masing masing), dan bantuan pengganti transportasi per nagari berdasarkan jauh dekat, sesuai dengan anggaran yang sudah disediakan.

"Untuk hadiah pemenang lomba, dibagi hingga lima terbaik. Sesuai kategori masing masing, yakni lima terbaik tikukuak tradisional, lima terbaik lomba musyawarah nagari dan lima terbaik makan bajamba. Pemenang lomba akan diumumkan setelah kegiatan berakhir sekaligus penyerahan hadiah," ujarnya. (15)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2019 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube