Headline News

header-int

Studi Lapangan Unand di Ampiang Parak, Dorong Pengembangan Ekowisata Berbasis Lingkungan dan Mitigasi Bencana

Minggu, 19 April 2026, 15:26:03 WIB - 380 | Kontributor : Jordi L Maulana, S.STP
Studi Lapangan Unand di Ampiang Parak, Dorong Pengembangan Ekowisata Berbasis Lingkungan dan Mitigasi Bencana

PESISIR SELATAN — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menghadiri kegiatan studi lapangan Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas (Unand) yang dilaksanakan pada Minggu, 19 April 2026 di kawasan ekowisata Ampiang Parak, Kecamatan Sutera.


Kegiatan ini mengusung tema “Keanekaragaman Molusca dan Penyu pada Ekosistem Mangrove Berbasis Ekowisata” yang bertujuan untuk mengkaji potensi lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan kawasan wisata secara berkelanjutan.


Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Kabag PSDA Setda Pessel, Ketua Prodi Magister Ilmu Lingkungan Dr. Jabang Nurdin, 22 orang mahasiswa, Camat Sutera, Wali Nagari Ampiang Parak, serta Ketua Pokmaswas LPPL, Haridman, S.Pt.


Dalam paparannya, Dr. Jabang Nurdin menegaskan bahwa kawasan Ampiang Parak memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara terintegrasi antara aspek lingkungan dan ekonomi masyarakat.


“Kawasan ini tidak hanya kaya secara ekologis, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata unggulan. Yang terpenting adalah bagaimana potensi ini dikelola secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi sosial maupun ekonomi,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa pihak Unand siap berkontribusi melalui kajian ilmiah, riset, serta pendampingan dalam pengelolaan kawasan.


“Kami berharap Universitas Andalas dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengembangkan kawasan ini sebagai pusat pembelajaran dan penelitian lingkungan,” tambahnya.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Zainal Arifin, S.K.M., M.Kes mengapresiasi pengelolaan kawasan wisata penyu Ampiang Parak yang dinilai telah berjalan dengan baik.


“Pengelolaan kawasan wisata penyu Ampiang Parak ini sangat luar biasa, baik dari sisi penataan maupun pengaturan kawasan. Ini menjadi contoh bagaimana kawasan wisata bisa dikelola dengan baik oleh masyarakat bersama pemerintah,” ungkapnya.


Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengelolaan berbasis mitigasi bencana, mengingat kawasan tersebut berada pada wilayah dengan potensi megathrust yang dapat memicu gempa besar dan tsunami.


“Kawasan ini juga memiliki keunggulan karena berbasis pengurangan risiko bencana. Dengan potensi megathrust yang bisa mencapai 8,9 SR, maka konsep pembangunan harus tetap memperhatikan aspek mitigasi,” jelasnya.


Ia juga mendorong adanya kerja sama konkret antara pemerintah daerah dan Unand.


“Kita dorong adanya MoU antara Pemda dengan Unand, sehingga kawasan ini bisa menjadi pusat kajian dan penelitian, khususnya terkait penyu dan ekosistem mangrove,” tegasnya.


Selain itu, Sekda menyampaikan bahwa pembangunan sarana dan prasarana akan dilakukan secara bertahap dalam empat fase, serta meminta Pokmaswas dan Pemerintah Nagari segera menyusun usulan pengembangan.


Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk menggandeng BUMN, BUMD, serta perusahaan yang ada di Pesisir Selatan dalam mendukung pengembangan kawasan. Diharapkan, pengelolaan kawasan wisata ini nantinya dapat memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pesisir Selatan serta meningkatkan pendapatan Nagari Ampiang Parak.


Seluruh pembangunan di kawasan tersebut juga harus mengacu pada master plan yang telah disusun, serta melibatkan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).


Sebagai informasi, Kawasan Wisata Ampiang Parak Sutera juga merupakan wilayah resiliensi bencana yang pada tahun 2024 berhasil meraih Juara III tingkat nasional, sehingga memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai destinasi unggulan berbasis lingkungan dan kebencanaan.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube