PESISIR SELATAN – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar kegiatan Preview Kelas Ibu Hamil. Acara intensif ini dilangsungkan selama dua hari, Rabu hingga Kamis (10-11 Juni 2026), bertempat di Cafe Gaul Sago, Kabupaten Pesisir Selatan.
Sebelum forum diskusi dimulai, tim gabungan terlebih dahulu melakukan peninjauan lapangan (turun ke bawah) pada Selasa, 9 Juni 2026. Tinjauan ini menyasar wilayah kerja Puskesmas Salido dan Puskesmas Pasar Baru guna melihat langsung potret riil pelaksanaan kelas ibu hamil di tingkat tapak.
Agenda review berskala regional ini diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari delapan puskesmas penyangga, meliputi: Puskesmas Bayang (BBB), Puskesmas Tarusan, Puskesmas Pasar Baru, Puskesmas Koto Berapak, Puskesmas Asam Kumbang, Puskesmas Salido, Puskesmas Lumpo, dan Puskesmas Pasar Kuok.
Dinkes menghadirkan langsung para penanggung jawab program Ibu dan Anak (KIA), Bidan Koordinator (Bikor) Puskesmas, serta perwakilan kader posyandu dari wilayah Puskesmas Salido dan Pasar Baru.
Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di lapangan sering kali dipicu oleh ketidaktahuan serta kurangnya dukungan lingkungan sekitar. Hal ini membuat ibu hamil tidak berdaya mengambil keputusan medis secara cepat saat terjadi komplikasi.
Guna membedah kendala tersebut, para pakar dan narasumber kompeten dihadirkan untuk memaparkan materi taktis, di antaranya:
Agustina Rahmadani, SST., MM. (Kepala Dinkes PPKB Pessel): Memaparkan tentang "Kebijakan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak".
drg. Ardiandes (Kabid Kesmas Dinkes PPKB Pessel): Menyampaikan "Evaluasi Pelaksanaan Kelas Ibu di Kabupaten Pesisir Selatan".
Dhinira Putri, SKM: Memaparkan "Paparan Pelaksanaan Kelas Ibu di Puskesmas Salido dan Pasar Baru".
Revita Asih, S.Tr.Keb.: Mengupas "Pemanfaatan Buku KIA dalam Pelaksanaan Kelas Ibu".
Rita Asriyanti, M.Gz.: Mengulas secara detail "Materi Pertemuan I, II, III, dan IV Kelas Ibu Hamil".
Adriani, SST.: Membedah "Peran Kader dalam Pelaksanaan Kelas Ibu".
Reni Febri, SST.: Menyampaikan "Implementasi Pelaksanaan Kelas Ibu di Kab. Pesisir Selatan".
Secara umum, preview ini bertujuan memastikan para ibu hamil di Pesisir Selatan memahami manfaat program dan termotivasi mengikuti seluruh rangkaian kelas. Edukasi difokuskan pada pengenalan tanda bahaya kehamilan, persalinan, nifas, pemenuhan gizi, hingga perawatan bayi baru lahir.
Selain itu, kegiatan ini dirancang untuk membangun kedekatan emosional antara fasyankes, fasilitator, dan kader di lapangan. Langkah ini juga bertujuan mendorong keterlibatan aktif suami serta keluarga sebagai garda terdepan pelindung ibu hamil.
Pasca-pertemuan ini, Dinkes PPKB Pessel bersama jaringan puskesmas telah menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang konkret demi memastikan program tidak mandek di atas kertas.
Langkah jangka pendek yang akan segera dieksekusi meliputi pemantauan ketat ibu hamil pasca-kelas melalui kunjungan rumah (home care) maupun komunikasi daring, memastikan kepatuhan pemeriksaan kehamilan (Antenatal Care/ANC), serta pengawasan konsumsi tablet tambah darah.
Selain itu, pendampingan khusus berupa konseling lanjutan akan diberikan bagi ibu dengan risiko tinggi (risti), dibarengi edukasi kesiapan persalinan bagi suami dan penjadwalan kelas evaluasi berikutnya.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.