Headline News

header-int

Yayasan Kehati Dorong Pengembangan Rumah Sakit Penyu di Amping Parak, Jadi Pusat Konservasi Pertama di Sumbar

Senin, 18 Mei 2026, 19:21:03 WIB - 32 | Kontributor : Okis Mardiansyah
Yayasan Kehati Dorong Pengembangan Rumah Sakit Penyu di Amping Parak, Jadi Pusat Konservasi Pertama di Sumbar

PESISIR SELATAN — Upaya pelestarian penyu di pesisir pantai Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terus mendapat perhatian serius. Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia (Kehati) kini mendorong pengembangan Rumah Sakit Penyu di Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera, sebagai pusat konservasi dan penanganan satwa laut yang terluka maupun terdampar.

Rumah sakit penyu tersebut digadang-gadang menjadi fasilitas konservasi pertama di Sumatera Barat yang fokus pada penyelamatan dan rehabilitasi penyu.

Ketua Laskar Konservasi Penyu Amping Parak, Haridman, mengatakan dukungan Yayasan Kehati menjadi angin segar bagi pengembangan konservasi penyu di wilayah pesisir Pesisir Selatan.

“Yayasan Kehati saat ini mendorong pengembangan pembangunan Rumah Sakit Penyu di Amping Parak. Ini menjadi langkah besar bagi konservasi penyu di Sumatera Barat,” ujar Haridman kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, keberadaan rumah sakit penyu sangat dibutuhkan mengingat masih banyak kasus penyu terdampar di pantai maupun terluka akibat terjaring pukat nelayan.

Selama ini, kata Haridman, masyarakat pesisir kerap melaporkan kondisi penyu yang membutuhkan penanganan cepat kepada kelompok konservasi di Amping Parak.

“Ya, banyak masyarakat di sepanjang pesisir pantai Pesisir Selatan yang mengadu kepada kami terkait penyu yang terdampar atau terjaring pukat sehingga tidak bisa lagi berenang,” katanya.

Dengan adanya rumah sakit penyu yang dilengkapi peralatan memadai, proses penyelamatan dan pemulihan satwa dilindungi tersebut diharapkan dapat dilakukan lebih maksimal.

“Sekarang dengan adanya rumah sakit penyu ini, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan lebih baik,” tambahnya.

Haridman menjelaskan, pengembangan kawasan konservasi berbasis Kehati tidak hanya berfokus pada penyelamatan penyu, tetapi juga diarahkan menjadi pusat pelestarian keanekaragaman hayati daerah.

Konsep taman Kehati sendiri merupakan kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan yang memiliki fungsi konservasi. Kawasan itu nantinya dapat menjadi tempat koleksi tanaman lokal, endemik, hingga tanaman langka khas daerah.

Untuk mendukung pengembangan tersebut, diperlukan komitmen pemerintah daerah, termasuk penyediaan lahan minimal 30 hektare yang nantinya akan ditanami berbagai jenis tanaman khas daerah, termasuk mangrove dan tanaman buah lokal.

“Lahan itu nantinya akan menjadi kawasan pelestarian keanekaragaman hayati sekaligus kawasan edukasi dan wisata,” ucapnya lagi.

Dalam pengembangannya, Yayasan Kehati disebut tidak hanya membantu dari sisi konsep pembangunan, tetapi juga mendukung pelatihan pengelolaan konservasi hingga membantu mencarikan sumber pendanaan.

Sebelum proses pembangunan dilakukan, pihak Yayasan Kehati juga akan melakukan survei dan pemetaan potensi kawasan, termasuk mendata jenis tanaman lokal yang akan dikembangkan di area konservasi tersebut.

Haridman menuturkan, kawasan konservasi nantinya tidak hanya menjadi pusat penyelamatan penyu, tetapi juga ruang edukasi lingkungan bagi masyarakat dan wisatawan.

“Orang bisa datang untuk belajar tentang tanaman lokal, mangrove, dan keanekaragaman hayati tanpa harus masuk jauh ke kawasan hutan,” katanya.

Selain sebagai pusat edukasi, kawasan itu juga diharapkan menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan yang mampu menarik kunjungan wisatawan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pengembangan taman Kehati dan rumah sakit penyu tersebut.

“Karena itu sosialisasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar semua ikut menjaga kawasan konservasi ini,” tuturnya.

Haridman berharap proses pembangunan rumah sakit penyu dapat rampung dalam waktu dekat sehingga fasilitas tersebut segera dapat dimanfaatkan untuk penyelamatan satwa laut di pesisir Pesisir Selatan.

“Mudah-mudahan bulan Juni nanti pembangunan rumah sakit penyu ini sudah selesai,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube