Pesisir Selatan--Banjir yang juga melanda Kecamatan IV Jurai sejak Minggu, 23 November 2025 hingga Jumat, 28 November 2025 pukul 13.30 WIB, mengakibatkan ratusan rumah terendam dan ribuan warga terdampak di sepuluh nagari.
Hal itu disampaikan Kapolsek IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) Iptu Edy Roszal, Jumat (28/11/2025).
Dijelaskannya bahwa kondisi banjir hingga berita ini dibuat masih dinamis dan berpotensi bertambah mengingat hujan yang masih turun dengan intensitas tinggi.
"Hingga siang ini, hujan belum mereda dan debit air berpeluang meningkat. Kami terus memonitor perkembangan di seluruh nagari terdampak," ujarnya.
Dari itu dia mengingatkan pentingnya kewaspadaan warga mengingat kondisi cuaca belum stabil.
Berdasarkan pendataan awal, Nagari Lumpo menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah dengan 97 rumah tergenang, 97 KK dan 239 jiwa terdampak, serta 11 hektare lahan pertanian rusak. Kerugian juga mencakup 60 ekor ayam milik warga yang mati akibat banjir. Sementara di Nagari Salido, 63 rumah tergenang dan 113 hektare lahan pertanian ikut terendam, meski tidak ada laporan kerusakan rumah maupun korban jiwa.
Nagari Sungai Sariak mencatat dampak terbesar dengan 247 rumah terendam, meliputi 259 KK dan 832 jiwa. Lahan pertanian seluas 11 hektare ikut terdampak, sementara data untuk ternak masih dalam proses pendataan. Di Nagari Ampuan, terdapat 150 rumah tergenang dengan total 155 KK dan 629 jiwa terdampak. Selain itu, tiga ekor sapi dilaporkan sakit dan 30 hektare lahan pertanian mengalami kerusakan.
Nagari Bukik Kaciak turut mengalami dampak signifikan dengan 300 rumah terendam dan 357 KK terdampak. Sebanyak 200 ekor ayam dilaporkan mati serta 40 hektare lahan pertanian terendam. Kondisi yang hampir serupa terjadi di Nagari Balai Sinayan, dengan 180 rumah tergenang, 247 KK terdampak, 120 ekor ayam mati, dan lima hektare lahan pertanian rusak.
Sementara itu, Nagari Gunuang Bungkuak mencatat 20 rumah terendam, 25 KK terdampak, dan 40 ekor sapi ikut terdampak banjir. Di Nagari Batu Kunik, dua pondok atau warung masyarakat rusak akibat luapan air sungai, sementara lahan pertanian seluas 3,5 hektare turut mengalami kerusakan. Nagari Limau Gadang melaporkan satu rumah rusak dan satu hektare lahan pertanian terdampak, sementara Nagari Bunga Pasang mencatat 13 rumah terendam dan kerusakan lahan pertanian seluas 30 hektare.
Polsek IV Jurai bersama perangkat nagari dan kecamatan telah mengambil sejumlah langkah tanggap bencana, termasuk pendataan rumah terdampak, pemantauan situasi lapangan, serta koordinasi dengan pihak terkait. Dapur umum didirikan di kantor Wali Nagari Lumpo, dan sebagian warga mengungsi ke Masjid Pahlawan Lumpo untuk memastikan keselamatan mereka.
Ditambahkan Iptu Edy Roszal bahwa penyaluran bantuan makanan dari dapur MBG masih berlangsung dan pihak kepolisian melakukan pengamanan untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
"“Kami memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan situasi tetap kondusif di lapangan," katanya. Ia mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas apabila kondisi banjir kembali meningkat.
Hingga laporan ini disampaikan, hujan masih turun dengan intensitas lebat dan peningkatan debit air masih berpotensi terjadi. Aparat gabungan tetap bersiaga untuk memberikan bantuan, perlindungan, dan pelayanan kepada masyarakat di seluruh nagari terdampak banjir di Kecamatan IV Jurai.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.