PESISIR SELATAN— Upaya penguatan mutu pendidikan tinggi keagamaan Islam di era kemajuan teknologi digital terus mendapat perhatian serius dari Anggota DPR RI Komisi VIII Daerah Pemilihan Sumatera Barat 1, Dr. Hj. Lisda Hendrajoni, S.E., M.M.Tr.
Wujud perhatian nyata tersebut ditunjukkan melalui perhelatan kuliah umum bertajuk NGOPI (Ngobrol Pendidikan Islam) Goes to Campus yang dipusatkan di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Balai Selasa, Kecamatan Ranah Pesisir, pada Jumat (06/11/2026).
Agenda ilmiah tersebut mengusung tema bernas "Menulis Cerdas di Era AI: Dari Ide hingga Artikel Ilmiah yang Berkualitas".
Kegiatan ini dipadatif oleh ratusan mahasiswa, pimpinan kampus, jajaran dosen pendidik, serta tenaga kependidikan di lingkungan STAI Balai Selasa yang antusias menyimak materi literasi digital dan metodologi riset ilmiah.
Hadir bertindak sebagai narasumber utama, Lisda Hendrajoni membuka paparannya dengan menekankan keterkaitan erat antara pemanfaatan teknologi dan peningkatan mutu pendidikan keagamaan yang menjadi bagian dari ruang lingkup pengawasan Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Agama RI.
Dalam penjelasannya, Lisda mengingatkan bahwa kemudahan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam menyusun kerangka dan menyunting bahasa tidak boleh menggerus pemahaman kritis serta integritas penulis terhadap isi tulisannya.
Lisda menekankan pentingnya memegang teguh prinsip keagamaan amanah dan tabayyun dalam setiap karya ilmiah yang dihasilkan oleh civitas akademika.
"Di lingkungan pendidikan Islam, kita memiliki pegangan yang kuat yaitu amanah dan tabayyun. Amanah berarti jujur terhadap proses, sedangkan tabayyun berarti mendalam dan memeriksa kebenaran informasi sebelum menjadikannya dasar pengetahuan," tegas Lisda Hendrajoni.
Ia mengingatkan mahasiswa untuk selalu melakukan verifikasi ganda (cross-check) terhadap setiap rujukan,ayat, hadis, maupun kutipan yang dihasilkan oleh sistem AI agar terhindar dari pemalsuan data atau fabrikasi ilmiah.
Dalam kesempatan tersebut, Lisda merincikan lima langkah sistematis bagi mahasiswa dari perumusan ide menuju artikel ilmiah yang berkualitas.
Langkah tersebut dimulai dari merumuskan pertanyaan penelitian yang terarah, membaca dan membedah sumber primer yang relevan, menentukan metode riset bersama dosen pembimbing, menyusun pembahasan berdasarkan fakta lapangan yang jujur, hingga mengembalikan manfaat temuan riset bagi kemajuan masyarakat Pesisir Selatan.
Lisda juga menggarisbawahi pentingnya rasa keadilan dalam aksesibilitas teknologi di lingkungan kampus,mengingat setiap mahasiswa memiliki keterbatasan perangkat, jaringan, dan biaya yang berbeda-beda.
Oleh karena itu, ia mendorong manajemen STAI Balai Selasa untuk memfasilitasi pendampingan perpustakaan, kelompok belajar, aksesibilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas, serta perumusan pedoman etika penggunaan AI di kampus.
Melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan di DPR RI, Lisda menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan dan program pemenuhan sarana pendidikan keagamaan agar berdampak nyata bagi perguruan tinggi swasta di daerah.
Ia mengakhiri perhelatan tersebut dengan mengajak seluruh mahasiswa dan dosen untuk menjadikan AI sekadar alat bantu, sementara kejujuran, kebenaran bukti, dan kedalaman analisa tetap menjadi tanggung jawab penuh sang penulis.
Acara yang berlangsung hangat dan interaktif tersebut ditutup dengan penyerahan cinderamata serta harapan agar dari STAI Balai Selasa lahir karya-karya ilmiah berkualitas yang membawa kemaslahatan luas bagi masyarakat dan daerah.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.