Pesisir Selatan — Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) bergerak cepat melakukan kewaspadaan dini terhadap potensi penyebaran penyakit malaria.
Langkah responsif tersebut diwujudkan melalui perhelatan Penyelidikan Epidemiologi (PE) dan Mass Blood Survey (MBS) atau survei darah massal di Pulau Kapo-Kapo, Nagari Sungai Nyalo, Kecamatan Koto XI Tarusan, pada Rabu (04/11/2026).
Kegiatan investigasi kesehatan masyarakat di kawasan objek wisata Mandeh ini dilaksanakan atas kolaborasi terpadu antara Dinkes PPKB Pessel, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, dan Tim UPT Puskesmas Tarusan.
Pelaksanaan penyelidikan epidemiologi ini dilatarbelakangi oleh adanya laporan kasus kematian seorang wisatawan yang diduga berkaitan dengan infeksi penyakit malaria pascamengunjungi kawasan tersebut.
Berdasarkan penelusuran riwayat perjalanan, salah satu lokasi yang pernah dikunjungi dan menjadi tempat menginap korban selama satu malam adalah area pemukiman di Pulau Kapo-Kapo.
Menindaklanjuti informasi krusial tersebut, tim lintas instansi yang terdiri dari tenaga epidemiolog, entomolog,dokter, perawat, hingga analis laboratorium langsung diterjunkan ke lokasi untuk memastikan ada atau tidaknya potensi penularan aktif.
Rangkaian investigasi lapangan melingkupi empat langkah utama, yakni survei kontak warga, identifikasi faktor risiko lingkungan, survei perindukan vektor nyamuk, serta pengambilan sampel darah massal.
Dalam pelaksanaan survei darah massal (Mass Blood Survey), tim medis mengambil sampel darah dari 21 orang warga yang berdomisili di Pulau Kapo-Kapo untuk diuji menggunakan alat Rapid Diagnostic Test (RDT) malaria secara langsung di tempat.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan RDT malaria terhadap 21 orang warga Pulau Kapo-Kapo, seluruh sampel menunjukkan hasil negatif atau tidak ditemukan adanya masyarakat yang terinfeksi malaria," tulis laporan resmi Dinkes PPKB Pessel.
Selain hasil tes darah yang semuanya negatif, wawancara mendalam terhadap warga lokal juga menunjukkan tidak adanya riwayat masyarakat yang mengalami gejala demam tinggi disertai menggigil dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Kendati demikian, survei jentik yang dilakukan oleh tim entomolog menemukan keberadaan jentik nyamuk Anopheles pada beberapa genangan air payau di sekitar pemukiman warga Pulau Kapo-Kapo.
Temuan jentik Anopheles yang merupakan vektor utama pembawa parasit malaria ini menjadi perhatian serius, mengingat kebiasaan sebagian warga yang sering beraktivitas di luar rumah pada malam hari sehingga meningkatkan risiko gigitan nyamuk.
Guna mencegah potensi risiko di kemudian hari, Dinkes PPKB Pessel menginstruksikan penguatan surveilans berkala, pengelolaan genangan air perindukan nyamuk, serta peningkatan edukasi penggunaan kelambu dan proteksi diri bagi masyarakat lokal.
Langkah tanggap darurat dan protektif ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dalam memberikan rasa aman dan jaminan kesehatan bagi masyarakat setempat maupun para wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Wisata Mandeh.
Sinergi antara Dinkes Kabupaten, Dinkes Provinsi, UPT Puskesmas Tarusan, serta Pemerintah Nagari Sungai Nyalo ini diharapkan terus terjaga demi mewujudkan Pesisir Selatan yang sehat, sejahtera, dan bebas dari ancaman malaria.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.