Headline News

header-int

Bukit Setara Nanggalo dan Sebuah Operasi Penyelamatan Kemanusiaan

Kamis, 05 November 2026, 06:48:31 WIB - 31 | Kontributor : Riva Endra
Bukit Setara Nanggalo dan Sebuah Operasi Penyelamatan Kemanusiaan

PESISIR SELATAN – Medan perbukitan yang terjal dengan kemiringan tajam menjadi tantangan tersendiri bagi tim survei lokasi rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di Bukit Setara Nanggalo, Kampung Sungai Tawa, Nagari Setara Nanggalo, Kecamatan Koto XI Tarusan.

 

Perjalanan panjang yang ditempuh selama kurang lebih enam jam menyebabkan empat personel tim survei mengalami kelelahan dan kram otot kaki. Kondisi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui operasi penyelamatan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (4/11/2026).

 

Informasi mengenai kondisi tim diterima BPBD dari Sekretaris Camat Koto XI Tarusan pada pukul 19.10 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Posko Tarusan bersama TRC Posko Painan segera bergerak menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesisir Selatan, Armen, A.P., M.M., mengatakan bahwa proses penyelamatan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan yang sulit dijangkau serta keadaan personel yang membutuhkan pertolongan.

 

"Tim kami segera bergerak setelah menerima laporan adanya personel survei yang mengalami kelelahan dan kram otot di kawasan Bukit Setara Nanggalo. Kondisi medan yang terjal dan jarak tempuh yang cukup jauh membuat proses evakuasi membutuhkan penanganan khusus. Personel kami membawa tandu untuk membantu proses penyelamatan," ujarnya.

 

Ia menjelaskan, empat orang yang dievakuasi terdiri dari satu personel TNI bernama Beni Dwi Putra, Camat Koto XI Tarusan Nurlaini, Kasi Trantib Dian Reflina, serta Yessi Erawati, staf Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

 

Dalam proses evakuasi tersebut, Beni Dwi Putra mengalami kelelahan sehingga harus mendapatkan bantuan tandu untuk keluar dari lokasi. Sementara itu, tiga personel lainnya juga dievakuasi setelah mengalami kelelahan dan kram otot.

 

Operasi penyelamatan melibatkan lima personel TRC BPBD Posko Tarusan, yakni Dalvi Masyahari, Novi Setiawan, Roni Adi Wibowo, Randi Aripan, dan Randa Guspan. Mereka didukung lima personel TRC Posko Painan, yaitu Dolly Putra, Elnasri, Punggara Wierpa, Yusma Jondianto, dan Ivan Albadrul Ritmatama, serta masyarakat setempat.

 

Armen mengapresiasi keterlibatan seluruh personel dan masyarakat yang bahu-membahu dalam proses evakuasi. Menurutnya, sinergi dan kesigapan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam menghadapi situasi darurat, terutama ketika lokasi kejadian memiliki akses yang terbatas.

 

"Operasi penyelamatan di medan seperti ini membutuhkan kerja sama, ketelitian, dan kehati-hatian. Kami mengapresiasi seluruh personel TRC serta masyarakat yang telah ikut membantu sehingga empat orang tersebut berhasil dievakuasi," tambahnya.

 

Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan bahwa di balik bentang alam yang menyimpan keindahan, terdapat pula tantangan yang menuntut kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Kehadiran petugas BPBD bersama masyarakat menjadi wujud ikhtiar kemanusiaan dalam memberikan pertolongan kepada siapa pun yang membutuhkan.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2026 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube