PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menggelar apel gabungan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia tingkat kabupaten pada Senin (8/6/2026). Upacara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Bupati Pesisir Selatan, H. Hendrajoni, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hendrajoni membacakan amanat tertulis dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, yang mengusung tema global “Act Now for Climate: Saatnya Bekerja untuk Iklim”.
Dalam pidato menteri yang dibacakan Bupati, ditegaskan bahwa dunia saat ini sedang menghadapi triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, degradasi keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia sangat rentan terhadap dampak buruk perubahan iklim tersebut.
"Lebih dari 60% penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir yang berisiko mengalami kenaikan muka air laut, cuaca ekstrem, dan gangguan ketahanan pangan. Terlebih lagi, lebih dari 90% bencana di Indonesia bersifat hidrometeorologis, seperti banjir, longsor, dan kekeringan," ujar Hendrajoni saat menyampaikan amanat menteri.
Melalui komitmen Paris Agreement, Indonesia menargetkan penurunan emisi sebesar 31,89% dengan usaha sendiri dan hingga 43,20% dengan dukungan internasional melalui strategi Enhanced NDC 2030.
Hal krusial yang menjadi sorotan utama dalam amanat tersebut adalah persoalan sampah yang memperparah perubahan iklim. Setiap tahunnya, Indonesia menghasilkan 51 juta ton sampah, namun 74% di antaranya belum terkelola secara optimal dan masih menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dengan metode open dumping.
Kondisi TPA yang overload hampir di seluruh kabupaten/kota memicu produksi gas metana yang merusak ekosistem. Menyikapi hal itu, Menteri Lingkungan Hidup melalui Bupati Pessel menyerukan gerakan perubahan paradigma tata kelola sampah dari hulu.
"Kita harus mengubah paradigma dari sekadar kumpul-angkut-buang. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat di Pesisir Selatan untuk menyukseskan 'Gerakan Pemilahan Sampah dari Rumah Tangga untuk Indonesia ASRI'," tegasnya.
Di akhir amanatnya, Bupati Hendrajoni menekankan pentingnya melakukan 'Pertobatan Ekologis', sebuah panggilan moral untuk merenung dan mengubah cara manusia berinteraksi dengan alam demi warisan generasi masa depan.
Apel Gabungan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, jajaran Kepala OPD, unsur Forkopimda, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pessel, serta para pegiat lingkungan daerah setempat.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.