Pesisir selatan — Poltekkes Kemenkes Padang resmi meluncurkan penelitian uji efikasi produk inovasi Bilbahoney bertajuk “Kolaborasi Penelitian dan Inovasi Pangan Lokal Mendukung Zero Stunting di Wilayah Puskesmas Pasar Baru dan Puskesmas Koto Berapak Kabupaten Pesisir Selatan”, Rabu (12/08/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi strategis antara akademisi, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga jajaran pemerintahan kecamatan dan nagari dalam memanfaatkan potensi pangan lokal untuk percepatan penanganan stunting.
Penelitian ini diketuai oleh Dr. Eva Yuniritha, S.ST., M.Biomed., Dietisien, bersama tim peneliti Poltekkes Padang. Bilbahoney merupakan produk inovasi pangan berbasis olahan potensi lokal berupa ikan bilih dan ikan bada yang dimodifikasi dengan madu. Dalam uji efikasi ini, produk olahan tersebut diberikan kepada 80 balita stunting yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Pasar Baru sebanyak 40 anak dan Puskesmas Koto Berapak sebanyak 40 anak.
Ketua Tim Peneliti Poltekkes Padang, Dr. Eva Yuniritha, S.ST., M.Biomed., Dietisien, menjelaskan alasan ilmiah di balik pemilihan ikan bilih dan ikan bada sebagai bahan utama Bilbahoney. Menurutnya, anak stunting umumnya mengalami defisiensi zat gizi mikro, khususnya zat besi (Fe) dan zink (Zn), yang dipicu oleh kurangnya asupan nutrisi esensial pada masa awal pertumbuhan.
"Indonesia kaya akan sumber daya pangan lokal bernilai gizi tinggi. Ikan bilih dan ikan bada memiliki kandungan zink dan zat besi yang sangat baik, bahkan tercatat paling tinggi dibandingkan jenis ikan lainnya," ujar Dr. Eva Yuniritha.
Dr. Eva memaparkan bahwa kandungan protein pada ikan bilih kering mencapai 55,9 gram, zat besi sebesar 34,7 mg per 100 gram, serta zink sebesar 27,8 mg per 100 gram. Sementara itu, setiap 100 gram ikan bada kering mengandung sekitar 33,4 gram protein, vitamin A 150 IU, vitamin B1 0,15 mg, zat besi 4 mg, dan zink sebesar 23,8 mg.
"Intervensi gizi pada anak akan jauh lebih efektif jika dilakukan lebih awal. Melalui suplementasi zat gizi esensial seperti protein, zink, zat besi, dan vitamin A yang terkandung dalam Bilbahoney, kita dapat mendorong 'tumbuh kejar' tinggi badan anak secara optimal, mempercepat pertumbuhan tulang, meningkatkan daya tahan tubuh, hingga mendukung kecerdasan anak," tambahnya.
Acara peluncuran dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Zainal Arifin, S.KM., M.Kes., serta dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan PPKB Pessel, Agustina Rahmadani, S.ST., M.M., Camat Bayang, Hendro Nasti, S.STP., M.M., para wali nagari se-Kecamatan Bayang, tim gizi dinas kesehatan, kepala puskesmas, bidan desa, kader kesehatan, serta para ibu dan balita sasaran.
Dalam arahannya, Sekda Pessel Zainal Arifin menyampaikan apresiasi mendalam kepada Poltekkes Padang yang telah menjadikan Pesisir Selatan sebagai lokus intervensi riset berbasis potensi pangan daerah.
"Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Poltekkes Padang yang telah memilih Pesisir Selatan sebagai lokus penelitian inovatif ini. Kehadiran seluruh unsur hari ini menunjukkan bahwa penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan semata, tetapi membutuhkan komitmen dan kolaborasi dari seluruh elemen," ujar Zainal Arifin.
Sekda juga secara khusus menginstruksikan jajaran terkait untuk memberikan perlindungan jaminan kesehatan serta menjadikan hasil penelitian sebagai pemeta kebijakan pembangunan nagari.
"Saya minta dipastikan seluruh balita stunting di wilayah Puskesmas Pasar Baru dan Koto Berapak ini memiliki Kartu Jaminan Kesehatan yang aktif. Kami juga berharap hasil dari penelitian Bilbahoney ini nantinya dapat dijadikan acuan utama dalam perencanaan dan penyusunan kebijakan program gizi di tingkat nagari maupun kecamatan," tegas Sekda.
Rangkaian agenda peluncuran Bilbahoney diisi dengan sosialisasi produk, penandatanganan lembar persetujuan (Informed Consent), pengukuran antropometri balita, pengambilan sampel rambut untuk pemeriksaan kadar zinc, pelaksanaan wawancara pola makan (Recall 2x24 jam dan FFQ), hingga pembagian produk Bilbahoney beserta panduan konsumsinya.
Sinergi riset ini diharapkan mampu memperkuat langkah Pemkab Pesisir Selatan bersama perguruan tinggi dalam mewujudkan target Zero Stunting di daerah tersebut.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.