Pesisir Selatan--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Kantor Camat Koto XI Tarusan, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini bertujuan menekan inflasi sekaligus membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa GPM merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok saat momen hari besar keagamaan.
“Gerakan pangan murah ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau,” ujar Risnaldi.
Ia menjelaskan bahwa harga komoditas yang dijual dalam kegiatan tersebut lebih rendah dibandingkan harga pasar. Salah satunya, harga cabai dijual lebih murah sekitar Rp8.000 dari harga pasaran.
Menurutnya, program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.
“Pemerintah daerah terus berupaya memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat melalui berbagai program, termasuk gerakan pangan murah ini,” tegasnya.
Risnaldi juga menilai bahwa Pesisir Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian. Ia menyebutkan bahwa pemanfaatan lahan secara optimal dapat menjadi solusi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Namun demikian, ia mengakui bahwa masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan lahan secara maksimal sehingga kebutuhan pangan seperti serai, kunyit, dan sayuran masih bergantung pada pasar.
“Kami berharap masyarakat dapat meningkatkan pemanfaatan lahan agar kebutuhan pangan bisa dipenuhi secara mandiri,” harapnya.
Dalam kesempatan itu, Risnaldi turut mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, seperti Bulog Wilayah Sumbar, Bank Nagari Cabang Pembantu Tarusan, produsen bahan pokok, serta petani lokal.
“Kami mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini,” katanya.
Ia menambahkan bahwa sebelumnya kegiatan serupa telah digelar di Kecamatan Bayang dan IV Jurai. Ke depan, program ini akan terus dilaksanakan di wilayah lain di Pesisir Selatan.
“Kegiatan ini akan terus kita lanjutkan agar stabilitas harga pangan tetap terjaga,” ujarnya.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pessel, Andi Syafinal, mengatakan bahwa GPM merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan keterjangkauan pangan bagi masyarakat menjelang Idul Adha.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut juga memperkuat distribusi pangan serta kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok.
“Gerakan pangan murah ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam menghadirkan pangan berkualitas dengan harga terjangkau,” jelas Andi.
Ia merinci sejumlah komoditas yang dijual, di antaranya beras SPHP 5 kilogram seharga Rp60.000, minyak goreng Rp15.500, telur Rp49.000, cabai Rp40.000, bawang merah Rp23.000, dan kentang Rp11.000.
Menurutnya, harga tersebut relatif lebih murah dibandingkan harga pasar sehingga membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
“Harga yang ditawarkan lebih rendah dari pasar, sehingga masyarakat bisa berbelanja dengan lebih hemat,” tambahnya.
Selain menyediakan bahan pokok, kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.
“Kami juga menyediakan layanan kesehatan gratis agar masyarakat mendapatkan manfaat lebih dari kegiatan ini,” ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hadi Susilo, Sekretaris Dinas Perikanan dan Pangan Yusma Joyo, Kepala Bagian Perekonomian Dailipal, Camat Koto XI Tarusan Nurlaini, serta sejumlah pejabat lainnya.
Gerakan pangan murah tersebut disambut antusias oleh masyarakat. Warga memanfaatkan kesempatan itu untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.