Headline News

header-int

Pessel Tingkatkan Populasi Kerbau Melalui Inseminasi Buatan

Rabu, 27 November 2019, 10:38:41 WIB - 187 | Kontributor : Yoni Syafrizal
Pessel Tingkatkan Populasi Kerbau Melalui Inseminasi Buatan

Pesisir Selatan,  -Inseminasi buatan (IB) bukan saja dilakukan terhadap ternak sapi, tapi juga terhadap ternak kerbau. Upaya itu dilakukan agar populasinya bisa meningkat, termasuk juga di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Agar minat dan keinginan peternak untuk melakukan kawin suntik terhadap ternaknya itu (kerbau red) kian meningkat, sehingga pemerintah daerah (Pemda) setempat melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan), terus maksimalkan sosialisasi IB kepada masyarakat.

Hal itu diungkapkan Plt Kepala Disnakeswan Pessel, Rusdianto Rabu  (27/11), terkait rendahnya peningkatan populasi ternak jenis kerbau di daerah itu.

"Agar minat masyarakat untuk melakukan kawin suntik atau IB terhadap kerbau betina semakin tinggi di Pessel, sehingga kita terus memaksimalkan sosialisasi di lapangan. Sebab melalui upaya ini, peningkatan populasi akan bisa tercapai secara maksimal," katanya.

Diakuinya bahwa kawin suntik terhadap kerbau betina belum begitu diminati oleh masyarakat di Pessel. Sebab masyarakat masih beranggapan bahwa kawin suntik hanya lazim dilakukan pada sapi betina.    

"Berkat kegigihan petugas dan tenaga inseminator, sehingga masyarakat telah mulai membuka diri untuk melakukan kawin suntik terhadap kerbau betinanya, pada kecamatan atau nagari-nagari yang dijadikan sebagai sasaran program," jelasnya

Dia menambahkan bahwa bibit kerbau yang akan disuntikkan merupakan bibit berkualitas yang didatangkan dari Balai Inseminasi Buatan (BIB) Tuah Sakato Sumatera Barat.

"Kita berharap melalui upaya yang sudah dilakukan itu, para peternak akan memiliki antusias memperbanyak hewan peliharaannya melalui program IB," ujarnya.

Sebab rendahnya peningkatan populasi ternak kerbau bukan saja karena kurangnya lahan gembala, tapi juga karena tidak maksimalnya proses kawin secara alami akibat kekurangan pejantan.

"Tahun 2016 populasi kerbau terdata di Pessel sebanyak 8.430 ekor. Jumlah ini tersebar di semua kecamatan, kecuali kecamatan Bayang Utara. Sebab sebagai daerah yang berada pada ketinggian, kecendrungan masyarakat untuk memelihara kerbau minim," jelasnya.

Ditambahkanya bahwa dari rentang 2012 hingga tahun 2018, peningkatan populasi kerbau terbanyak hanya terjadi pada tahun 2015 ke tahun 2016. Sebab pada rentang tahun itu, terjadi peningkatan sebanyak 159 ekor.

Sedangkan dari tahun 2012 ke 2013, peningkatan populasi hanya 87 ekor. Yakni dari 8.031 ekor menjadi 8.118 ekor. Memasuki tahun 2013 ke tahun 2014, peningkatan sebanyak 86 ekor pua. Dari jumlah itu, sehingga pupulasinya menjadi 8.204, dari 8.118 ekor tahun sebelumnya.

"Menurut ideal, semestinya peningkatan populasi kerbau sebesar 0,88 persen dari total populasi per tahunnya. Namun peningkatan ideal itu tidak tercapai akibat kurangnya pejantan. Makanya kesadaran IB ini perlu terus ditingkatkan terhadap pemilik ternak tersebut," tutupnya. (05)

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.
© 2019 Kabupaten Pesisir Selatan. Follow Me : Facebook Youtube