Bunda PAUD Kabupaten Pesisir Selatan, Hj. Lisda Hendrajoni, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan meningkatkan kualitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di wilayahnya. Hal ini disampaikan saat beliau memimpin langsung kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Monitoring dan Evaluasi Program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah tingkat Kabupaten Pesisir Selatan.
Bunda PAUD Lisda Hendrajoni menekankan bahwa pendidikan prasekolah merupakan investasi terpenting bagi tumbuh kembang dan kesiapan belajar anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar. Menurutnya, pemenuhan hak belajar anak usia dini harus dijamin secara merata dan berkualitas di seluruh pelosok nagari.
Forum strategis ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, antara lain Kepala Bapperida Kabupaten Pesisir Selatan, Subchandri, S.E., M.Si., Kepala Dinas Pendidikan, Salim Muhaimin, serta Sekretaris Dinas Pendidikan, Darmawi. Kehadiran para pemangku kepentingan ini disambut hangat oleh Lisda sebagai bentuk kepedulian nyata lintas sektor terhadap masa depan pendidikan anak-anak Pesisir Selatan.
Dalam pengarahannya, Lisda Hendrajoni menyampaikan bahwa program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah bukan sekadar formalitas, melainkan langkah krusial untuk membentuk karakter, mentalitas, dan kecerdasan anak sejak dini. Beliau mengingatkan bahwa masa usia emas (golden age) tidak boleh terlewatkan tanpa intervensi pendidikan yang tepat.
Lebih lanjut, Lisda mengapresiasi sinergi yang terjalin erat antara Bunda PAUD, Bapperida, dan Dinas Pendidikan. Lewat diskursus interaktif dalam FGD tersebut, beliau bersama para pejabat teknis secara cermat memantau capaian program, mengevaluasi kendala di lapangan, serta merumuskan langkah taktis guna menyempurnakan layanan PAUD ke depan.
Sebagai pembina utama PAUD di Pesisir Selatan, Lisda Hendrajoni juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tenaga pendidik, instansi pemerintah, hingga para orang tua untuk terus berkolaborasi. Beliau meyakini bahwa pendidikan anak usia dini yang inklusif dan merata hanya bisa terwujud jika semua pihak bergerak bersama.
Lisda menargetkan agar hasil evaluasi dari kegiatan FGD ini segera ditindaklanjuti secara konkret dalam bentuk kebijakan pendukung serta penyediaan sarana dan prasarana PAUD yang layak di setiap wilayah. Hal ini dilakukan agar tidak ada satupun anak di Pesisir Selatan yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan prasekolah.
Mewakili Pemerintah Daerah dan seluruh pegiat PAUD, Lisda Hendrajoni optimistis bahwa komitmen dan kerja keras bersama ini akan melahirkan generasi penerus Pesisir Selatan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan siap bersaing di masa depan.

Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan merupakan Wadah informasi bagi masyarakat dari pemerintah. Kabupaten Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten di Sumatera Barat, Indonesia. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.749,89 km² dan populasi ±420.000 jiwa. Ibu kotanya ialah Painan.